Makassar: Ragam Kuliner Tradisional yang Menggoda Selera

Ningsih R. · 3 min baca · 4 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Makassar: Ragam Kuliner Tradisional yang Menggoda Selera

Gambar atau konten salah?

Makassar, ibukota Sulawesi Selatan, terkenal dengan kuliner yang kaya rasa. Dari sup berkuah pekat hingga kue manis, setiap hidangan punya cerita sendiri. Bagi pecinta makanan, kota ini menawarkan lebih dari sekadar rasa; ia menyajikan tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Berikut sepuluh makanan khas Makassar yang sering membuat orang kangen. Setiap hidangan memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari bahan utama hingga cara penyajian. Jika Anda berkunjung, jangan lewatkan kesempatan mencicipi salah satunya.

  1. Coto Makassar

    Coto Makassar adalah sup daging dan jeroan sapi yang kaya rempah. Pada tahun 2015, hidangan ini resmi menjadi Warisan Budaya Tak Benda. Konon, coto sudah ada sejak abad ke‑16, ketika Kerajaan Gowa berkuasa. Untuk menghasilkan rasa kompleks, resepnya menggunakan 40 jenis rempah, yang dikenal sebagai Rampah Patang Pulo. Awalnya, coto hanya dimakan oleh rakyat jelata, namun kini menjadi ikon kuliner kota dan bahkan seluruh provinsi. Warung yang sering direkomendasikan antara lain Coto Nusantara, Aroma Coto Gagak, dan Coto Ranggong.

  2. Sop Konro

    Sop konro adalah sup iga sapi berkuah coklat pekat. Keistimewaannya terletak pada rasa gurih, sedikit manis, dan sentuhan pedas serta asam segar. Iga sapi dimasak lama hingga empuk, menambah kenikmatan. Biasanya, sop konro disajikan bersama burasa atau ketupat. Warung yang populer di antaranya Warung Sop Konro H. Ronny, Sop Konro Bawakaraeng, dan Sop Konro Sulawesi.

  3. Pallubasa

    Pallubasa mirip dengan coto, namun ditambahkan taburan kelapa parut sangrai. Kelapa ini memberi aroma harum dan rasa gurih yang khas. Kuahnya lebih kental, biasanya berisi jeroan sapi atau kerbau. Saat disajikan, kuning telur mentah biasanya ditambahkan di atas kuah panas, menambah tekstur lembut. Tempat yang sering dikunjungi adalah Pallubasa Serigala dan Pallubasa Onta.

  4. Pallumara

    Pallumara adalah sup ikan berkuah kuning dengan rasa asam pedas. Ikan yang biasa dipakai adalah tongkol, bandeng, atau ikan laut segar lainnya. Bumbu dasarnya terdiri dari kunyit, cabai, asam jawa, dan rempah lain. Hidangan ini sering disajikan di rumah makan khas Makassar atau saat acara keluarga, biasanya bersama nasi putih dan sambal terasi.

  5. Mie Titi

    Mie Titi adalah mi kuning kering yang disiram kuah kental berbahan tepung kanji. Kuahnya dibuat dari kaldu kental dengan bumbu seperti bawang putih, merica, dan kecap asin. Proses penggorengan memerlukan keahlian agar mie tetap kering dan renyah. Sayuran seperti sawi hijau, wortel, dan jamur biasanya ditambahkan untuk menambah nutrisi.

  6. Jalangkote

    Jalangkote adalah kudapan setengah lingkaran berbentuk tipis dan renyah. Kulitnya terbuat dari tepung terigu yang diuleni dengan telur, mentega, dan garam. Isian biasanya terdiri dari wortel, kentang, bihun, telur rebus, dan kadang ayam cincang. Bumbu isian meliputi merica, bawang putih, dan daun bawang. Toko terkenal yang menjual jalangkote antara lain Jalangkote & Lumpia Lasinrang dan Jalangkote Salahutu.

  7. Pisang Ijo

    Pisang ijo adalah dessert legendaris Makassar yang terbuat dari pisang raja. Pisang dibungkus adonan tepung hijau, yang warnanya didapat dari jus daun suji dan daun pandan. Setelah dikukus, pisang dipotong dan disajikan dengan saus santan dan sirup merah, serta es serut. Hidangan ini sangat cocok dinikmati saat cuaca panas karena rasanya segar.

  8. Es Palu Butung

    Es Palu Butung adalah dessert tradisional yang menggunakan pisang raja. Pisang dimasak bersama tepung beras, santan, gula, dan aroma daun pandan serta vanili. Setelah matang, pisang dihaluskan dan dicampur dengan adonan tepung beras. Hidangan ini disajikan dengan es serut dan siraman sirup merah atau sirup cocopandan.

  9. Gogoso

    Gogoso adalah makanan khas Makassar berbahan beras ketan yang dibungkus daun pisang lalu dibakar. Rasa uniknya berasal dari proses pemanggangan yang memberi aroma khas daun pisang. Isian biasanya daging ikan tongkol yang dicampur kelapa sangrai dan bumbu khas Makassar. Kadang isian diganti dengan daging ayam atau abon. Gogoso biasanya disajikan bersama telur asin atau ikan asin.

  10. Barongko

    Barongko adalah kue tradisional yang terbuat dari pisang halus, santan, telur, dan gula. Adonan dibungkus daun pisang lalu dikukus hingga matang. Teksturnya lembut dengan rasa manis gurih. Kue ini biasanya disajikan dingin setelah dikeluarkan dari kukusan. Dahulu, barongko hanya disajikan untuk bangsawan Bugis‑Makassar, namun kini dapat dinikmati semua kalangan, baik di acara adat, hajatan, maupun sebagai kudapan sehari‑hari.

Setiap hidangan di atas menampilkan keunikan bahan dan cara memasak yang khas Makassar. Dari sup berkuah pekat hingga kue manis, semuanya memancarkan cita rasa yang kuat. Bagi yang belum pernah mencicipinya, Makassar menawarkan pengalaman kuliner yang tak terlupakan. Dengan berbagai pilihan, kota ini menjadi destinasi bagi pecinta makanan yang ingin merasakan tradisi kuliner Sulawesi Selatan secara langsung.

Coto MakassarSop KonroPallubasaPisang IjoBarongkoMakassar kulinerWarisan Budaya Tak Benda

Komentar

Memuat komentar...