Malang Muntah Dingin: Bediding Menurunkan Suhu Pasca Kemarau

Vera T. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 125 dibaca
Bisik.id
Malang Muntah Dingin: Bediding Menurunkan Suhu Pasca Kemarau

Gambar atau konten salah?

Udara di Malang Raya terasa jauh lebih dingin dari biasanya dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Karangploso Malang, fenomena ini dikenal dengan istilah bediding dan merupakan hal yang normal terjadi saat musim kemarau.

Forecaster on Duty BMKG Karangploso, Retno Wulandari, pada Minggu (31 Mei 2026), menjelaskan bahwa ada dua faktor utama yang menyebabkan suhu Malang Raya mendadak turun drastis selama beberapa hari terakhir.

Faktor pertama adalah minimnya tutupan awan di langit.

"Saat musim kemarau, tutupan awan berkurang. Pada siang hari permukaan bumi menyerap panas matahari, tetapi pada malam hari panas tersebut dilepaskan kembali ke atmosfer. Karena tidak ada awan, maka panas tersebut lebih cepat dilepaskan," kata Retno.

Retno mengibaratkan awan sebagai selimut bumi. Ketika awan absen, kehangatan di permukaan bumi hilang dengan cepat ke luar angkasa.

Faktor kedua, lanjut Retno, adalah pergerakan angin dari belahan bumi selatan. Saat ini, wilayah Indonesia sedang dipengaruhi oleh Monsun Australia.

"Wilayah Indonesia dipengaruhi oleh angin timur atau Monsun Australia yang membawa massa udara relatif kering dan lebih dingin dari Benua Australia menuju Indonesia," jelasnya.

Berdasarkan pantauan di kantor BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur di Karangploso, suhu minimum bahkan sudah menyentuh angka belasan derajat.

"Pagi tadi suhu minimum tercatat 18,4 derajat Celsius. Soal bediding sendiri diperkirakan akan terjadi hingga bulan Juli-Agustus 2026, dan berangsur suhu minimum akan meningkat pada bulan selanjutnya," tandasnya.

Prediksi menunjukkan bediding akan berlangsung hingga bulan Juli-Agustus 2026, dengan suhu minimum akan meningkat pada bulan selanjutnya.

BedidingMalang RayaBMKGMonsun Australiasuhu minimumtutupan awanangin selatan

Komentar

Memuat komentar...