Malaysia Kurangi Kuota BBM RON95 ke 200 Liter per Bulan

Dani L. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 42 dibaca
Bisik.id
Malaysia Kurangi Kuota BBM RON95 ke 200 Liter per Bulan

Gambar atau konten salah?

Malaysia mengumumkan rencana pemangkasan kuota bahan bakar subsidi (BBM) jenis RON 95, sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah. Kebijakan ini akan mengurangi kuota dari 300 liter per bulan menjadi 200 liter per bulan mulai 1 April 2026.

Harga BBM bersubsidi tetap tidak berubah, yakni RM 1,99 per liter atau setara Rp 8.411 per liter (kurs Rp 4.227 per Ringgit Malaysia). Bila warga mengkonsumsi lebih dari kuota yang ditetapkan, mereka akan dikenai harga pasar. Langkah ini bertujuan menekan beban fiskal negara.

Direktur Strategi Investasi dan Ekonom Negara IPPFA Sdn Bhd, Mohd Sedek Jantan, menilai penyesuaian kuota BBM subsidi sebagai langkah yang tepat meski tidak menjadi solusi paling efektif jangka panjang. Ia menegaskan bahwa kenaikan biaya subsidi yang berpotensi mencapai RM 24 miliar tahun ini menimbulkan risiko fiskal besar.

“Menunda tindakan (untuk memangkas subsidi) hanya akan meningkatkan biaya pada akhirnya. Bertindak lebih awal memungkinkan penyesuaian bertahap dan terkontrol, sementara penundaan meningkatkan kemungkinan tindakan yang lebih mendadak dan mengganggu di kemudian hari,” ujar Sedek dikutip dari Bernama, Kamis (26/3/2026).

“Singkatnya, pemangkasan kuota mengelola penggunaan di tingkat marginal, tetapi penyesuaian harga mendorong perubahan perilaku nyata dan keberlanjutan fiskal,” tuturnya.

Di sisi lain, Nama Nazmi Idrus, Kepala Ekonom CGS International Securities Malaysia, berpendapat bahwa penyesuaian kuota BBM subsidi lebih baik dibandingkan kenaikan harga RON 95 secara luas. Ia menyebut, “Media melaporkan bahwa 90% konsumen menggunakan kurang dari 200 liter bahan bakar sehingga mayoritas masih terlindungi,” tutur Nazmi.

Kebijakan ini menandai upaya pemerintah Malaysia untuk menyeimbangkan kebutuhan konsumen dengan kestabilan fiskal, sekaligus menekan beban subsidi yang signifikan. Meskipun langkah ini tidak sepenuhnya mengubah perilaku konsumen, ia diharapkan dapat memberikan penghematan yang lebih stabil dan dapat diprediksi bagi negara.

Pemangkasan kuota BBMRON 95Konflik Timur TengahBeban fiskalHarga pasarKestabilan fiskalKenaikan biaya subsidiKonsumen

Komentar

Memuat komentar...