MDIA Terhenti, Harga Capai Rp156 Sebelum Suspensi
Gambar atau konten salah?
MDIA, perusahaan yang dimiliki oleh Grup Bakrie, kini menjadi fokus perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI) selama satu minggu terakhir.
Perdagangan saham MDIA sempat dihentikan sementara pada 23 April 2026. Penangguhan ini bertujuan melindungi investor setelah terjadinya kenaikan harga secara kumulatif yang signifikan.
Direktur Utama Intermedia Capital, Ahmad Rahadian Widarmana, mengakui pergerakan harga yang tidak biasa. Ia menyatakan bahwa harga saham MDIA pernah mencapai level tertinggi, yaitu Rp 156 per saham, sebelum BEI memutuskan penghentian sementara.
Rahadian menambahkan bahwa pada 20 April 2026 saham MDIA masuk kategori Unusual Market Activity (UMA), yang menjadi salah satu alasan BEI melakukan suspensi pada perdagangan reguler.
Ia juga menjelaskan bahwa pada 22 April 2026, harga saham MDIA menyentuh puncak Rp 156 per saham sebelum menurun menjadi Rp 144 per saham pada hari yang sama.
“Pada tanggal 23 April 2026 Bursa Efek Indonesia melakukan penghentian sementara perdagangan saham MDIA dalam rangka mekanisme cooling down,” kata Rahadian dalam sesi virtual pada 28 April 2026.
Meski demikian, Rahadian menegaskan bahwa MDIA telah memenuhi kewajiban keterbukaan informasi sesuai Undang‑Undang Pasar Modal. Ia menekankan bahwa pergerakan saham tersebut didorong oleh sentimen positif atas perbaikan operasional.
“Kami berharap sentimen positif terhadap perbaikan kinerja operasional perseroan, termasuk penguatan TV share serta peningkatan profitabilitas yang telah kami sampaikan sebelumnya, dapat memperkuat persepsi pasar yang positif dan terus menaruh kepercayaan investasi pada perseroan,” imbuhnya.
Direktur Yufli Gunawan menyatakan bahwa pendapatan MDIA mengalami koreksi sebesar 3,8% pada periode sembilan bulan 2025, turun menjadi Rp 465,3 miliar dari Rp 483,5 miliar pada periode yang sama tahun 2024.
Perseroan mencatat rugi bersih setelah pajak sebesar Rp 10,9 miliar hingga September 2025. Yufli menyebut bahwa kerugian tersebut disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar rupiah.
“Sementara untuk posisi laba bersih sebelum dan setelah pajak, perseroan mencatat kerugian sebesar Rp 10,9 miliar yang terutama dipengaruhi oleh rugi selisih kurs sebesar Rp 58,2 miliar akibat fluktuasi nilai tukar rupiah,” jelasnya.
Meski mengalami kerugian bersih, Yufli menyoroti peningkatan profitabilitas. Laba usaha naik 224,4% menjadi Rp 97,2 miliar, sementara EBITDA tumbuh 107,2% menjadi Rp 135 miliar.
Keberhasilan ini didukung oleh strategi efisiensi biaya, di mana beban program dan penyiaran turun 16,8% menjadi Rp 204 miliar, dan beban umum serta administrasi turun 21,2% menjadi Rp 164,1 miliar.
Ringkasnya, MDIA menghadapi fluktuasi harga yang signifikan namun tetap berpegang pada transparansi informasi. Perbaikan operasional dan efisiensi biaya menjadi kunci dalam mengembalikan kepercayaan pasar, meski masih ada tantangan terkait nilai tukar rupiah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kimia Farma Menunggu Arahan Bio Farma, Danantara Siap Pisahkan
KAI Siap Luncurkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer
Kimia Farma Balikkan Kerugian, Capai Laba Rp123,63 Miliar
Prabowo Ganti Pimpinan BGN, Tegaskan Tanpa Toleransi Korupsi
Asuransi Astra Tumbuh Meski Tekanan Nilai Tukar & Suku Bunga
Menteri Keuangan: Rupiah Terkena Rumor, Bank Indonesia Fokus
Berita Terbaru
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Italia 1-0 Luksemburg, Baldini Raih Kemenangan Muda
Belanda Kalah 0-1 dari Aljazair, Persiapan Piala Dunia 2026
Zodiak Cancer 4 Juni 2026: Hari Ramai Air dan Keberuntungan
Zodiak Virgo 4 Juni 2026: Hari Bintang, Peluang Romantis & Karier
Zodiak Aries 4 Juni 2026: Energi Baru dan Peluang Cinta
Zodiak Libra 4 Juni 2026: Keseimbangan Hari, Cinta, Karier & Kesehatan
Zodiak Scorpio 4 Juni 2026: Panduan Hari Terbaik Hari
Zodiak Leo 4 Juni 2026: Energi Matahari Menuntun Hari Anda
Zodiak Gemini: 4 Juni 2026, Hari Dinamika Kencan dan Karier
