Menkeu Akui Tantangan Distribusi Makan Bergizi Gratis
Gambar atau konten salah?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Ia menyatakan pemerintah tidak menutup mata terhadap kenyataan yang ada.
"Menanggapi pandangan Fraksi Demokrat mengenai kesiapan implementasi MBG di tahap awal, pemerintah tidak menutup mata terhadap realita di lapangan," kata Purbaya saat menyampaikan tanggapan pemerintah atas pandangan fraksi-fraksi DPR terhadap RUU Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN 2025 dalam rapat paripurna DPR RI, Selasa 14 Juli 2026.
Menurut Purbaya, tantangan utama dalam menjalankan program MBG adalah kesiapan rantai pasok, jalur distribusi pangan, dan kapasitas logistik. Hal ini terutama terasa di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
"Tantangan awal dalam mengeksekusi program ini bertumpu pada kesiapan rantai pasok, jalur distribusi pangan dan kapasitas logistik terutama di wilayah 3T," ujarnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar memperkuat rantai pasok pangan. Caranya dengan memberdayakan pelaku ekonomi lokal seperti sentra produksi rakyat, badan usaha milik desa (BUMDes), usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta penyedia lokal. Mereka diminta memasok bahan pangan untuk program MBG.
"Sebagai langkah konkret pemerintah pada aspek kesiapan rantai pasok dan kapasitas logistik di daerah dalam program MBG ini, pemerintah telah mendorong SPPG untuk memberdayakan sentra produksi rakyat, BUMDes, UMKM, serta penyedia lokal untuk menyerap bahan pangan langsung dari petani, peternak dan nelayan di sekitar lokasi SPPG," ujar Purbaya.
Program MBG sempat berhenti sementara selama libur sekolah. Distribusi kembali dimulai pada Senin 13 Juli. Waktu jeda itu digunakan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperbaiki tata kelola dan menyempurnakan aspek operasional.
"Kami ingin memastikan bahwa distribusi MBG kembali berjalan dengan baik setelah masa penyesuaian. Berbagai pembenahan yang telah dilakukan diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima," ujar Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dalam keterangan tertulis, Senin 13 Juli.
Program MBG adalah inisiatif pemerintah untuk menyediakan makanan bergizi gratis bagi anak sekolah. Tantangan distribusi di wilayah 3T menjadi perhatian utama karena keterbatasan infrastruktur dan akses. Pemerintah berupaya melibatkan pelaku lokal untuk memastikan pasokan bahan pangan tetap lancar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kopdes Merah Putih: Jaringan Distribusi Baru Ekosistem BUMN
Takeda Investasi Rp539 Miliar untuk Bank Plasma di Indonesia
PLN Resmikan Listrik Gratis untuk 7 Rumah Tangga di Siantan
Rupiah Diprediksi Tembus Rp18.300 pada Pekan Ini
DPR Usul Shelter Ojol di Setiap Kecamatan
Pejabat Ragukan Data Resmi PHK 43.000
