Menko Pangan Yakin Ekonomi RI Makin Kuat di Tahun Kedua Prabowo

Ayu W. · 4 min baca · 21 jam lalu · 51 dibaca
Bisik.id
Menko Pangan Yakin Ekonomi RI Makin Kuat di Tahun Kedua Prabowo

Gambar atau konten salah?

Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan keyakinannya terhadap arah ekonomi Indonesia saat masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memasuki tahun kedua. Pernyataan ini muncul di tengah sejumlah indikator yang menunjukkan perbaikan, seperti pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, ekspor yang meningkat, dan neraca perdagangan yang masih mencatat surplus.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, neraca perdagangan Indonesia membukukan surplus US$ 7,25 miliar. Nilai ekspor pada periode yang sama mencapai US$ 193,64 miliar, atau tumbuh 4,74% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, ekonomi nasional tumbuh 5,45% pada semester I 2026.

"Penguatan ekspor penting untuk mendorong pertumbuhan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Di sektor pangan, kita perlu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah agar peluang perdagangan ikut dirasakan petani, nelayan, serta pelaku usaha lokal," ujar Zulkifli dalam keterangan tertulis pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan saat pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang, pada Rabu, 14 Oktober 2026. Menurutnya, ajang ini menjadi wadah untuk mempertemukan produk dan jasa dalam negeri dengan calon pembeli dari berbagai negara. Sekaligus menjadi sarana menunjukkan kesiapan Indonesia mengambil peran dalam rantai pasok global.

Pemerintah mendorong para eksportir untuk memanfaatkan perjanjian perdagangan yang sudah berjalan dan memperluas jangkauan ke pasar nontradisional. Beberapa kawasan yang disebut antara lain Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, dan Eropa Timur. Promosi produk juga diarahkan melalui perwakilan Indonesia di luar negeri.

Zulkifli menegaskan, kerja sama perdagangan harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Perluasan akses pasar perlu diikuti dengan kemudahan prosedur ekspor dan pembiayaan. Pelaku usaha yang sedang berkembang juga disebut perlu mendapat dukungan agar bisa memenuhi permintaan pasar dan membangun hubungan dagang yang berkelanjutan.

Ia menambahkan, penguatan ekspor tidak bisa dilepaskan dari hilirisasi. Dengan begitu, sumber daya alam yang dimiliki Indonesia bisa menghasilkan nilai tambah di dalam negeri. Pemerintah juga membuka ruang kerja sama di bidang investasi, transisi energi, dan teknologi digital. Tujuannya untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

Di sektor pangan, Zulkifli menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) naik dari 116 pada 2024 menjadi 131 berdasarkan data terbaru tahun ini. Ia menilai capaian ini perlu dijaga lewat peningkatan produktivitas dan nilai tambah, serta perhatian pada kesejahteraan nelayan.

"Berdasarkan capaian sampai dengan hari ini serta visi pemerintah ke depan, kita optimistis perdagangan dan investasi akan meningkat, dan perekonomian Indonesia semakin berkembang," kata Zulkifli.

Dalam acara yang sama, ia juga memberikan apresiasi kepada para eksportir penerima penghargaan Primaniyarta, pembeli penerima Primaduta, serta kepala daerah dan kepala perwakilan yang dinilai berkontribusi dalam mendorong ekspor nasional. Ia mengajak seluruh peserta TEI untuk menawarkan produk berkualitas, memberikan layanan yang responsif, dan memastikan kesiapan produksi. Hal ini dimaksudkan agar peluang transaksi yang terjalin bisa berkembang menjadi kerja sama jangka panjang.

Data Nilai Tukar Petani (NTP) disebut naik dari 116 pada 2024 menjadi 131 berdasarkan data terbaru tahun ini. Capaian ini, menurut Zulkifli, perlu dijaga lewat peningkatan produktivitas dan nilai tambah, serta perhatian pada kesejahteraan nelayan.

"Berdasarkan capaian sampai dengan hari ini serta visi pemerintah ke depan, kita optimistis perdagangan dan investasi akan meningkat, dan perekonomian Indonesia semakin berkembang," kata Zulkifli.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga memberikan apresiasi kepada eksportir penerima penghargaan Primaniyarta, pembeli penerima Primaduta, serta kepala daerah dan kepala perwakilan yang berperan dalam mendorong ekspor nasional. Para peserta TEI diminta menawarkan produk berkualitas, memberikan layanan yang responsif, dan memastikan kesiapan produksi. Dengan begitu, peluang transaksi yang terjalin di pameran bisa berkembang menjadi kerja sama dagang jangka panjang.

Optimisme ini tidak lepas dari sejumlah catatan. Nilai Tukar Petani (NTP) disebut naik dari 116 pada 2024 menjadi 131 berdasarkan data terbaru tahun ini. Pemerintah menilai capaian itu perlu dijaga lewat peningkatan produktivitas dan nilai tambah, termasuk penguatan kesejahteraan nelayan.

Zulkifli juga menekankan pentingnya hilirisasi. Menurutnya, penguatan ekspor harus berjalan seiring dengan upaya mengolah sumber daya alam di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati sendiri. Pemerintah juga membuka ruang kerja sama di bidang investasi, transisi energi, dan teknologi digital, dengan harapan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

Dalam acara itu, penghargaan Primaniyarta diberikan kepada sejumlah eksportir, sementara Primaduta diberikan kepada pembeli. Kepala daerah dan kepala perwakilan yang dinilai berkontribusi mendorong ekspor juga menerima apresiasi. Zulkifli mengajak peserta TEI untuk menawarkan produk berkualitas, memberikan layanan yang responsif, dan memastikan kesiapan produksi agar transaksi yang terjalin bisa berkembang menjadi kemitraan jangka panjang.

"Berdasarkan capaian sampai dengan hari ini serta visi pemerintah ke depan, kita optimistis perdagangan dan investasi akan meningkat, dan perekonomian Indonesia semakin berkembang," kata Zulkifli.

Di sektor pangan, ia menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) naik dari 116 pada 2024 menjadi 131 berdasarkan data terbaru tahun ini. Angka ini, menurutnya, perlu dijaga lewat peningkatan produktivitas dan nilai tambah, serta perhatian pada kesejahteraan nelayan.

Pada kesempatan yang sama, Zulkifli juga mengapresiasi para eksportir penerima penghargaan Primaniyarta, pembeli penerima Primaduta, serta kepala daerah dan kepala perwakilan yang berperan dalam mendorong ekspor nasional. Ia mengajak peserta TEI untuk menawarkan produk berkualitas, memberikan layanan yang responsif, dan memastikan kesiapan produksi. Dengan begitu, peluang transaksi yang terjalin di pameran bisa berkembang menjadi kerja sama jangka panjang.

Optimisme ini berangkat dari data yang ada, bukan sekadar target. Pertumbuhan ekonomi yang terjaga di kisaran 5% dan surplus neraca perdagangan yang berkelanjutan memberi ruang bagi pemerintah untuk fokus pada sektor-sektor prioritas, termasuk pangan dan hilirisasi. Namun, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada bagaimana kebijakan tersebut diterjemahkan di lapangan, terutama bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil yang menjadi ujung tombak ekspor.

ekonomi Indonesiaeksporneraca perdaganganhilirisasiNilai Tukar PetaniTrade Expo Indonesiapertumbuhan ekonomi

Komentar

Memuat komentar...