Menteri Haji: Biaya Haji 2026 Turun, Antrean Lebih Adil

Vera T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 116 dibaca
Bisik.id
Menteri Haji: Biaya Haji 2026 Turun, Antrean Lebih Adil

Gambar atau konten salah?

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf memaparkan arah kebijakan dan program strategis penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M saat sosialisasi Manasik Haji Terintegrasi di Pendopo KRT Sosro Koesoemo Pemkab Nganjuk, Kamis (26 Maret 2026). Di hadapan ratusan peserta manasik haji Kabupaten Nganjuk, menteri yang akrab disapa Gus Irfan mengatakan pihaknya terus memperbaiki sistem antrean agar masa tunggu lebih adil dan transparan.

Gus Irfan juga menjelaskan bahwa biaya penyelenggaraan ibadah haji terus ditekan dalam tiga tahun terakhir. Jika pada 2024 biaya haji mencapai sekitar Rp 94 juta, pada 2025 turun menjadi Rp 89 juta, dan pada 2026 kembali turun menjadi sekitar Rp 87 juta.

Dalam pelaksanaan haji 2026 ini, pihaknya mengusung semangat Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan. Yakni, prinsip pelayanan berbasis taisir (kemudahan) dan rukhshoh (keringanan syariah) diterapkan dengan mengutamakan keselamatan jiwa. “Hifz an‑nafs menjadi landasan utama. Keselamatan jemaah tidak bisa ditawar,” ujar Gus Irfan. Sejumlah skema disiapkan, seperti murur di Muzdalifah dan tanazul di Mina, guna meminimalkan risiko bagi jemaah, khususnya lansia.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Nganjuk, Zainal Abidin Hanif Kamaloddin menyebut kehadiran Gus Irfan bertujuan memantau langsung pelaksanaan manasik dan respons calon jemaah. “Ingin melihat langsung proses manasik, termasuk mendengar langsung respons dari calon jemaah,” katanya.

Hanif mengungkapkan, jumlah jemaah haji asal Kabupaten Nganjuk Tahun 2026 mencapai 732 orang. Rinciannya, 629 jemaah reguler dan 103 jemaah cadangan, yang terbagi dalam tiga kloter. Adapun terkait situasi geopolitik Timur Tengah yang sempat memunculkan kekhawatiran, Hanif memastikan hingga kini belum ada perubahan kebijakan. “Sampai hari ini belum ada perintah perubahan apa pun, jadi persiapan tetap berjalan seperti semula sesuai jadwal,” ujarnya. Hanif berharap, konflik di Timur Tengah tidak berdampak pada keberangkatan jemaah. “Semoga tidak terjadi apa‑apa dan jemaah bisa tetap melaksanakan ibadah dengan sebaik‑baiknya,” pungkas Hanif.

Perubahan sistem antrean dan pengurangan biaya menunjukkan usaha pemerintah untuk membuat ibadah haji lebih terjangkau dan teratur. Fokus pada keselamatan jemaah, terutama lansia, disertai rencana layanan yang ramah bagi disabilitas dan perempuan, menandai langkah konkret menuju penyelenggaraan haji yang lebih manusiawi. Dengan persiapan tetap berjalan, harapan para jemaah Nganjuk tetap dapat melaksanakan ibadah haji 2026 dengan aman dan nyaman.

Menteri Haji dan Umrahhaji 2026biaya haji turunsistem antreanHaji Ramah Lansiadisabilitasgeopolitik Timur Tengah

Komentar

Memuat komentar...