Menteri PU Lihat Progres Sekolah Rakyat 45,42% di Lombok
Gambar atau konten salah?
Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum, melakukan sidak mendadak di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tujuannya meninjau proyek Sekolah Rakyat yang sedang dibangun. Di lokasi, Menteri meminta semua pihak mempercepat pengerjaan agar fasilitas pendidikan dapat langsung digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.
Proyek ini menjadi prioritas utama di wilayah NTB karena tidak ada kendala lahan dan sudah mencatatkan progres konstruksi paling positif dibandingkan daerah lain. “Ini akan jadi tumpuan Sekolah Rakyat di NTB. Yang lain masih menghadapi berbagai kendala kesiapan lahan dan akses. Karena itu saya minta progres di sini terus dipercepat agar minimal dapat fungsional sehingga adik-adik kita sudah bisa mulai sekolah di sini,” ujar Menteri Dody dalam keterangannya Sabtu 30 Mei 2026.
Dody melihat lompatan progres yang sangat positif dalam beberapa minggu terakhir. Per 29 Mei 2026, realisasi fisik pembangunan kompleks sekolah tersebut telah mencapai 45,42 persen. “Bagus, keren. Progresnya melesat. Saya surprise, nggak ngira secepat ini. Ini sesuai komitmen penyedia jasa dan support dari TNI serta teman-teman di lapangan,” kata Menteri Dody.
Apresiasi tinggi juga diberikan kepada jajaran personil TNI yang turun tangan membantu kelancaran proyek di area kerja. Menteri PU menilai sinergi lintas lembaga ini merupakan faktor penentu keberhasilan program prioritas nasional. “Saya berterima kasih atas dukungan TNI dan seluruh pihak yang terus bekerja keras di lapangan. Semangat gotong royong seperti ini yang dibutuhkan agar target penyelesaian dapat tercapai,” tutur Menteri Dody.
Selain TNI, kontribusi para kontraktor lokal yang tetap berdedikasi tinggi di tengah target waktu yang ketat tidak luput dari pujian. Dody mengingatkan bahwa proyek Sekolah Rakyat ini mengemban misi sosial yang besar karena menyasar anak-anak dari latar belakang keluarga kurang mampu. “Yang Bapak kerjakan ini mulia. Ini sekolah untuk adik-adik kita yang berada di garis prasejahtera. Jadi saya minta komitmen ini terus dijaga,” ujar Menteri Dody kepada penyedia jasa di lokasi proyek.
Informasi tambahan: Sekolah Rakyat Provinsi NTB ini berdiri di atas lahan seluas 6,71 hektare dengan total area bangunan fisik mencapai 28.445,78 meter persegi. Proyek senilai Rp241,97 miliar dari dana APBN dirancang sangat lengkap, mencakup gedung SD, SMP, SMA, asrama, tempat ibadah, kantin, aula serbaguna, hingga sarana olahraga. Kementerian PU bersama pihak kontraktor menerapkan langkah taktis: menambah alat berat dan pekerja, memberlakukan sistem kerja 2-3 shift, mempercepat logistik bahan bangunan, dan memodifikasi metode konstruksi agar lebih efisien. Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda Indonesia.
Proyek ini menunjukkan bagaimana kerja sama antara pemerintah, militer, dan kontraktor lokal dapat mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan. Keberhasilan di Lombok Utara diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain di NTB, membantu anak-anak kurang mampu mendapatkan fasilitas belajar yang memadai.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait