Menteri Yandri Tekankan Kualitas SPPG di Padang Pariaman
Gambar atau konten salah?
Yandri Susanto, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, mengunjungi SPPG di Kabupaten Padang Pariaman pada 04 April 2026. Ia menilai pentingnya menjaga mutu makanan dan kepatuhan anggaran serta prosedur operasional.
Menteri menegaskan bahwa SPPG tidak boleh “main-main” dengan kualitas, mark‑up anggaran, atau pelanggaran SOP. Ia mengingatkan bahwa banyak dapur SPPG telah ditutup oleh BGN karena melanggar aturan.
“Memang ada beberapa hal yang kita sarankan tadi. Karena sekarang tidak boleh main‑main lagi. Karena program strategis nasional Bapak Presiden Prabowo yang harus sama‑sama kita kawal. Jadi mitra dapur tidak boleh bermain‑main dengan aturan yang sudah ada,” kata Yandri.
Dalam kunjungannya, Menteri menekankan bahwa pemerintah pusat akan terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis melalui pengetatan standar operasional di seluruh SPPG di berbagai daerah.
Ia juga menambahkan bahwa masih ada ratusan SPPG yang berstatus suspend karena belum memenuhi persyaratan teknis dan operasional. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo agar program prioritas nasional tersebut tidak hanya memiliki jangkauan luas, tetapi juga memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
“Karena sekarang, lebih dua ribu dapur SPPG sudah dibaned atau suspend. Jadi pemerintah tidak main‑main. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak, keselamatan anak‑anak kita, cucu‑cucu kita, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia,” tuturnya.
Selain meninjau SPPG, Yandri juga mengunjungi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang sedang dalam tahap penyelesaian pembangunan. Kegiatan ini bagian dari komitmen pemerintah memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui pengembangan KDMP sebagai strategi nasional untuk mengangkat produk lokal ke pasar yang lebih luas.
Mendes Yandri menekankan bahwa pembangunan ekonomi nasional harus berakar dari desa. Ia menyebut KDMP menjadi instrumen utama untuk melindungi pelaku usaha kecil dari praktik perdagangan yang tidak adil sekaligus memperkuat posisi tawar produk lokal di pasar.
Di samping itu, Menteri juga meluncurkan kick‑off Liga Desa di Lapangan Desa Sirambang, Kecamatan Pariaman Utara, Kabupaten Padang Pariaman. Ia berharap liga desa itu nantinya dapat melahirkan banyak talenta sepak bola terbaik dari berbagai desa khususnya di Padang Pariaman.
Program ini merupakan bentuk intervensi pemerintah pusat untuk meningkatkan kepercayaan diri pemain lokal dan memberikan panggung bagi potensi desa. Selain itu, juga bertujuan menjaring bakat muda, menggerakkan ekonomi desa, serta mempererat silaturahmi antardesa.
Dalam kesempatan tersebut hadir Anggota DPR RI Dapil Sumbar II Arisal Aziz, Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, serta Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis. Yang mendampingi Yandri adalah Kepala BPSDM Kemendes PDT Agustomi Masik dan Kepala BPI Kemendes PDT Mulyadin Malik.
Video: Pemerintah Ubah Distribusi MBG Jadi 5 Hari Sekolah
Kesimpulannya, kunjungan Yandri Susanto menegaskan bahwa kualitas dan kepatuhan operasional SPPG tetap menjadi prioritas. Pemerintah menegaskan bahwa program Program Makan Bergizi Gratis harus memenuhi standar yang ditetapkan, sementara upaya pengembangan KDMP dan Liga Desa menunjukkan komitmen untuk memperkuat ekonomi desa dan potensi olahraga lokal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Jaga Kolam Ikan Rumah Bersih: Tips Pembersihan dan Nutrisi
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Habonaron: Kepercayaan Asli Simalungun yang Masih Hidup
Rekrutmen Bintara TNI AL Gelombang III 2026: Daftar Sekarang
Pemadaman Listrik Medan Akibat Hujan Deras, PLN Pengerjaan
Berita Terbaru
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
