Mexico City Tenggelam 2 cm/bulan, Radar NASA Pantau

Tika M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 108 dibaca
Bisik.id
Mexico City Tenggelam 2 cm/bulan, Radar NASA Pantau

Gambar atau konten salah?

Mexico City mengalami penurunan tanah pada laju yang mengkhawatirkan, terlihat jelas dari luar angkasa. Citra radar canggih milik NASA mengungkapkan tingkat penurunan lebih dari 1,27 cm per bulan, menjadikan kota ini salah satu ibu kota dengan penurunan tercepat di planet ini.

Metropolis luas ini terletak di atas danau dataran tinggi dan berada di atas akuifer kuno. Akuifer tersebut menyediakan sekitar 60 % air minum bagi 22 juta penduduk. Karena pemompaan berlebihan, tanah di atasnya menjadi ambles, memicu krisis air kronis yang membuat keran di kota ini berpotensi benar-benar mengering.

Subsidence yang cepat diperparah oleh pembangunan perkotaan yang terus menerus. Infrastruktur baru menambah beban ekstra di atas tanah liat kaya yang menahan beban. Akibatnya, jalan-jalan retak, bangunan miring, dan kerusakan sistem kereta api menjadi masalah rutin.

Penurunan tanah pertama kali didokumentasikan pada 1920‑an. Sejak saat itu, penduduk telah merasakan dampaknya secara langsung. Jalan-jalan retak, bangunan yang miring, dan kerusakan sistem kereta api menjadi bukti nyata dari proses ini.

Satellit terbaru, NISAR, hasil kerja sama antara NASA dan ISRO, memetakan masalah ini dengan detail yang mengejutkan. NISAR dirancang untuk memetakan proses kompleks di Bumi dan mampu melacak pergerakan halus seperti penurunan tanah. Satelit ini adalah salah satu sistem radar terkuat yang pernah diluncurkan ke angkasa.

Antara 01 Oktober 2025 dan 01 Januari 2026, selama musim kemarau di Mexico City, NISAR memetakan pergerakan tanah di bawah kota. Terungkap bahwa beberapa bagian kota tenggelam dengan kecepatan sekitar 2 cm per bulan atau lebih dari 24 cm per tahun.

Area yang paling parah terdampak termasuk Bandara Internasional Benito Juarez, bandara utama kota tersebut. Monumen Angel of Independence, setinggi 34,7 meter, yang dibangun tahun 1910 untuk memperingati 100 tahun kemerdekaan Meksiko, sampai harus ditambahkan 14 anak tangga di dasarnya seiring terus amblesnya tanah di bawahnya.

"Mexico City adalah titik rawan yang sangat dikenal dalam hal penurunan tanah dan citra seperti ini hanya permulaan bagi NISAR," ujar David Bekaert, manajer proyek Institut Penelitian Teknologi Flemish.

Selain memantau penurunan tanah, NISAR juga dapat melacak proses lain di Bumi seperti pergeseran gletser, pertumbuhan tanaman, dan bencana alam seperti letusan gunung berapi.

Dengan data yang diperoleh, para peneliti dapat memahami lebih baik bagaimana aktivitas manusia dan kondisi geologi saling mempengaruhi. Penurunan tanah yang terus berlanjut menuntut tindakan terkoordinasi dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk mengurangi beban dan meminimalkan dampak pada infrastruktur serta kehidupan sehari‑harinya.

Penurunan tanahMexico CityNASANISARAkuiferInfrastrukturKrisis air

Komentar

Memuat komentar...