Micin Tak Menurunkan Kecerdasan, Studi NIH Tunjukkan Aman
Gambar atau konten salah?
Selama puluhan tahun, masyarakat Indonesia sudah terbiasa mengira bahwa micin atau penyedap rasa dapat membuat otak menjadi tidak cerdas. Mitos ini begitu melekat sehingga banyak orang, terutama orang tua, menahan diri untuk menambahkan sedikit rasa gurih ke dalam masakan mereka karena takut perkembangan otak anak akan terhambat.
Namun, kenyataan bahwa kecerdasan seseorang dipengaruhi hanya oleh satu jenis bumbu dapur tidak benar. Monosodium glutamat (MSG) hanyalah salah satu komponen yang dapat menambah cita rasa, sementara kunci utama dalam memelihara fungsi otak adalah asupan makanan bergizi seimbang. Meski MSG memiliki kandungan natrium seperti garam dapur, tingkatannya tetap rendah jika digunakan secara wajar.
Menurut Dr. Johanes Chandrawinata, SpGK, “Micin tentunya juga kalau digunakan secukupnya itu juga bisa membantu kita untuk mengurangi asupan garam, itu intinya sebetulnya,”
Penelitian yang dilakukan oleh National Institute of Health (NIH) berjudul Effect of monosodium L-glutamate (umami substance) on cognitive function in people with dementia menunjukkan bahwa MSG tidak merusak fungsi otak. Bahkan, pada pengidap demensia, konsumsi MSG dalam jumlah wajar dapat membantu mempertahankan atau sedikit meningkatkan fungsi kognitif tertentu.
Dengan demikian, menambahkan micin ke dalam masakan tidak menurunkan kecerdasan. Sebaliknya, jika dipadukan dengan makanan bergizi seimbang, MSG dapat menjadi tambahan rasa yang bermanfaat bagi kesehatan kognitif.
Berbagai menu rumah dapat dimanfaatkan. Nasi goreng gila misalnya, dapat dipadukan dengan protein daging sapi, ayam, atau telur. Menu lain seperti sop daging hangat menonjolkan bumbu sop yang kaya rasa. Olahan daging seperti bakso juga dapat dibuat dengan porsi yang wajar; kuah bakso yang sederhana, berisi bawang putih, lada, daun bawang, dan kaldu sapi, sudah mampu menciptakan cita rasa gurih ala pedagang bakso.
Dengan sedikit kreativitas, makanan yang mengandung MSG dapat diolah menjadi berbagai menu rumahan yang lezat dan tidak membosankan. Jadi, micin tidak membuat bodoh selagi dipadukan dengan makanan yang bernutrisi seimbang ya, detikers! (anl/ega)
Kesimpulannya, penggunaan micin secara moderat tidak berbahaya bagi otak dan dapat membantu mengurangi asupan garam. Kombinasi dengan makanan bergizi seimbang memastikan fungsi otak tetap optimal, sementara penelitian ilmiah mendukung bahwa MSG tidak merusak fungsi kognitif. Dengan pemahaman ini, orang tua dapat lebih percaya diri menambahkan micin ke dalam masakan tanpa takut menurunkan kecerdasan anak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kuli Bangunan Mati Akibat Panas Ekstrem dan Kerusakan Ginjal
Pasca Mastektomi: Pemulihan Fisik, Emosional, dan PET‑CT
PET-CT di Mayapada: Kunci Terapi Kanker Askarina di Jakarta
Gejala Kecil, Risiko Besar: Waspadai Tanda Awal Kanker
Vaksin HPV di Inggris Kurangi Kematian Serviks Anak Muda
Tiga Saudara Perempuan Temukan Donor Sperma Bersama
Berita Terbaru
Ramalan bintang cinta Sabtu 20 Juni 2026
Minyak Goreng Bantuan di Wonogiri Berbau Seperti Minyak Tanah
Utang Amanah: Jangan Tunda Bayar, Ini 5 Doa Pelunas dari Rasul
Cuaca Cerah di Bandung, Akhir Pekan Nyaman untuk Semua
Numerologi 20 Juni 2026: Arti Angka Universal 9 dan Pengaruhnya
Zodiak Libra 20 Juni 2026: Ramalan Asmara, Karier, dan Keuangan Hari Ini
BBMKG: Hujan Ringan Guyur Sebagian Besar Bali, Tabanan dan Gianyar Cerah
Vallensia Fahira Siap Revans di Debut MMA Asian Games
Cuaca Surabaya Cerah, Suhu Capai 33 Derajat
