Minyak Goreng Bantuan di Wonogiri Berbau Seperti Minyak Tanah
Gambar atau konten salah?
Warga di Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, melaporkan bahwa minyak goreng yang mereka terima sebagai bantuan pangan memiliki aroma yang tidak biasa. Minyak tersebut berbau seperti minyak tanah, bukan seperti minyak goreng pada umumnya. Keluhan ini langsung ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sedewo, menjelaskan bahwa polisi bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menyelidiki masalah ini. Sebanyak 37 kemasan pouch MinyaKita telah disita dari lapangan. Semua sampel itu akan diuji di laboratorium untuk mengetahui kandungan di dalamnya.
"Baru kita uji lab, kita masih koordinasi dengan BPOM," kata Agung saat dihubungi pada Jumat, 19 Juni 2026. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai respons langsung terhadap keluhan yang disampaikan warga. Uji laboratorium bertujuan untuk memeriksa komposisi minyak goreng yang beredar tersebut.
Secara terpisah, Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, menyampaikan bahwa tim gabungan sudah turun ke lapangan. Mereka melakukan pemeriksaan di Desa Gesing, Kecamatan Kismantoro. Tim tersebut terdiri dari pemerintah kecamatan dan desa, polisi, TNI, serta perwakilan dari produsen minyak.
"Berdasarkan informasi yang dihimpun, permasalahan tersebut bermula ketika pada Rabu kemarin sejumlah warga menyampaikan keluhan kepada Lurah Gesing, Jamari, terkait minyak goreng bantuan pangan yang diterima memiliki aroma menyerupai minyak tanah. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Bulog Wonogiri untuk segera dilakukan pengecekan dan penanganan," kata Anom.
Di Kecamatan Kismantoro, total ada 8.665 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan minyak goreng. Mereka tersebar di 10 desa dan kelurahan. Setiap KPM mendapatkan jatah sebanyak 4 liter minyak goreng bermerek MinyaKita.
Sementara itu, Pemimpin Cabang Bulog Solo, Nanang Harianto, mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim untuk menyelidiki asal-usul masalah ini. Minyak goreng yang sempat dikeluhkan warga sudah ditarik kembali dari peredaran.
"Begitu menerima aduan dari Penerima Bantuan Pangan, kami langsung menurunkan tim ke lokasi hari itu juga untuk melakukan pengecekan secara langsung. Kami pastikan seluruh minyak goreng yang sudah tersalur di desa tersebut langsung ditarik dan kami ganti dengan minyak goreng yang bermutu prima saat itu juga," kata Nanang dalam siaran persnya.
Kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan kualitas pada barang bantuan sosial. Meskipun jumlah penerima bantuan cukup besar, respons cepat dari aparat dan Bulog menunjukkan bahwa mekanisme pengaduan warga berfungsi. Langkah penarikan dan penggantian langsung menjadi bukti bahwa pihak terkait tidak ingin masalah ini berlarut-larut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pengacara Solo Daftarkan Nama SISKS Paku Buwono XIV
Keraton Paku Buwono XIV Tolak Pendaftaran Nama SISKS
Arif Sahudi Daftarkan SISKS Paku Buwono XIV ke DGIP
Arif Sahudi Daftarkan Merek SISKS Paku Buwono XIV Resmi
Juru Parkir Kusriyati Selamatkan Uang, Dihargai Umrah
Pedagang Sapi Ajak DPRD Atasi Kelangkaan dan Harga Tinggi
Berita Terbaru
Ramalan bintang cinta Sabtu 20 Juni 2026
Minyak Goreng Bantuan di Wonogiri Berbau Seperti Minyak Tanah
Utang Amanah: Jangan Tunda Bayar, Ini 5 Doa Pelunas dari Rasul
Cuaca Cerah di Bandung, Akhir Pekan Nyaman untuk Semua
Numerologi 20 Juni 2026: Arti Angka Universal 9 dan Pengaruhnya
Zodiak Libra 20 Juni 2026: Ramalan Asmara, Karier, dan Keuangan Hari Ini
BBMKG: Hujan Ringan Guyur Sebagian Besar Bali, Tabanan dan Gianyar Cerah
Vallensia Fahira Siap Revans di Debut MMA Asian Games
Cuaca Surabaya Cerah, Suhu Capai 33 Derajat
