Minuman Tumpah, Pengantar Tolak Kompensasi, Viral Threads
Gambar atau konten salah?
28 April 2024 menandai hari ketika Shahira Azura, seorang wanita Malaysia, memesan minuman es cokelat lewat aplikasi ojek online. Saat pengantarnya tiba, minuman itu tumpah di tengah jalan, menimbulkan kejadian yang tak terduga.
Pemesanan online memang memudahkan, tapi risiko tak terduga tetap ada. Dalam kasus ini, Sopir ojek online menghubungi Shahira untuk memberi tahu bahwa minuman tumpah. Ia meminta maaf dan menawarkan ganti rugi, bahkan bersedia menanggung biaya sendiri.
“Err kak sebenarnya minuman kakak tumpah. Saya baru mau jalan ke rumah kakak. Saya minta maaf ya. Saya ganti ya kak, saya ganti,” kata Sopir ojek online saat menelepon Shahira.
Alih-alih marah atau menuntut kompensasi, Shahira menolak tawaran tersebut. Ia merasa sopir tidak perlu menanggung biaya karena insiden tersebut dianggap sebagai kecelakaan. Menurutnya, harga minuman itu tidak murah—RM 20 atau Rp 87.703—yang mungkin setara dengan penghasilan harian pengantar makanan.
Shahira menyatakan, “Yup betul itu. Saya sudah laporan dan mendapat pengembalian dana penuh. Terkait poin sopir tersebut, saya tidak jelaskan apa apa karena memang bukan salah sopirnya.”
Kejadian ini segera viral di platform Threads. Postingan tersebut mendapat 9,5 ribu likes dan 606 komentar. Banyak netizen memuji sikap Shahira yang dianggap sangat baik.
Di antara komentar, seorang netizen menulis, “Kak kamu membuat saya percaya lagi dengan hal-hal kemanusiaan. Terima kasih, semoga kakak murah rezeki, merasakan lampu hijau terus di jalanan, dan banyak mendapat gratis ongkir (ongkos kirim) dengan tidak adanya minimal pembelian, sehat dan bahagia selamanya.”
Netizen lain menambahkan, “Semoga Allah membalas budi kakak dan menggantikannya dengan yang lebih baik.”
Beberapa netizen menyarankan agar Shahira melaporkan kejadian ini ke Grab terkait kemasan yang tidak aman. “Report Grab saja nanti dapet pengembalian dana,” ujar satu komentar.
“Kalau seperti ini laporan ke Grab bisa dapat pengembalian dana penuh kan? Saya tidak tahu apakah bisa jika menyebutkan kesalahan sopir. Tetapi kamu bisa mendapat pengembalian uang,” tambah komentar lain.
Shahira menjawab bahwa ia sudah melaporkan insiden tersebut dan menerima pengembalian dana penuh. Ia menekankan bahwa sopir tidak bersalah.
Direktur Utama The Coffee Bean & Tea Leaf Malaysia, Datuk Mohamed Amar Shah Abdul Aziz, juga menanggapi kejadian ini. Ia meminta Shahira mengizinkan perusahaan mengganti rugi dan berjanji akan memperbaiki kemasan agar tidak terjadi lagi.
“Oh tidak...tolong izinkan kami untuk mengganti rugi. Tim saya juga akan menghubungi Anda secepatnya. Kami juga akan mengganti kemasan yang dibawa pulang karena hal seperti ini tidak bisa dinegosiasi,” kata Datuk Mohamed.
Situasi ini menyoroti pentingnya tanggung jawab perusahaan dan sopir dalam menghadapi kejadian tak terduga. Selain itu, mekanisme refund aplikasi seperti Grab dapat menjadi solusi bagi pelanggan yang mengalami kerugian. Kejadian ini juga mengingatkan pentingnya kemasan yang kuat dan aman untuk produk makanan dan minuman yang dikirimkan melalui layanan pengantaran.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
