Misi Dagang 2026: Jawa Timur-Bara Sulut Capai Rp 1,887 Triliun
Gambar atau konten salah?
5 Juni 2026 – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memimpin langsung Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Sulawesi Utara. Gelaran ini mencatat total komitmen transaksi sebesar Rp 1.887.813.970.000.
“Alhamdulillah total komitmen transaksi hari ini di Sulawesi Utara mencapai Rp 1,887 Triliun, terdiri dari transaksi jual sebesar Rp 1,697 Triliun dan transaksi beli sebesar Rp 189,989 Miliar,” kata Emil dalam keterangannya, 5 Juni 2026.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti kuat hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Sulawesi Utara berlangsung saling menguntungkan. “Komitmen ini jadi bukti hubungan dagang antara Jatim dan Sulut bersifat win win. Keduanya sangat melengkapi satu sama lain. Kita ingin maju bersama-sama, dan hari ini terwujud,” imbuhnya.
Komoditas yang diperdagangkan dari Jawa Timur ke Sulawesi Utara meliputi daging sapi dan ayam, pakan ikan dan udang, rokok, susu, karkas ayam dan bebek, produk batik, jagung, serta mesin alat pertanian. Sementara itu, komoditas yang dibeli Jawa Timur dari Sulawesi Utara meliputi ikan tuna, cengkeh, arang batok kelapa, produk kerajinan tempat tisu dan gantungan kunci, ikan tongkol, ikan cakalang, ikan layang, dan deho atau tuna kemasan kaleng.
Emil menjelaskan, hubungan dagang kedua provinsi telah terjalin melalui Misi Dagang dan Investasi yang digelar di Manado pada Agustus 2022. Saat itu, capaian komitmen transaksi sebesar Rp 158,98 miliar dari 51 transaksi dagang. Ia menilai, hubungan kerja sama ekonomi yang terus terbangun selama 4 tahun terakhir telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja perdagangan kedua daerah. “Kita bisa melihat bahwa perdagangan menunjukkan kondisi yang signifikan peningkatannya. Tapi disini prinsipnya dalam konsep business to business, Ibu Gubernur menekankan bahwa rombongan yang hadir di sini harapan kita terus membangun kedekatan ini,” katanya.
“Ini sudah 4 tahun berselang dari misi dagang tahun 2022. Selama 4 tahun banyak sekali kedekatan yang telah terbangun, sinergi yang terjalin. Sehingga kita kaget bahwa transaksi tahun 2022 mencapai Rp 158,98 miliar,” imbuhnya.
Tak hanya itu, hubungan perdagangan Jawa Timur dan Sulawesi Utara kian meningkat. Pada tahun 2024 total nilai perdagangan kedua provinsi mencapai Rp 1,44 triliun. Jawa Timur juga mencatat surplus perdagangan sebesar Rp 581,72 miliar dengan nilai penjualan ke Sulawesi Utara mencapai Rp 1,01 triliun dan nilai pembelian sebesar Rp 428,39 miliar.
Emil menambahkan, misi dagang kali ini diikuti sebanyak 58 pelaku usaha dari Jawa Timur yang hadir di Manado, bukan hanya membawa penjual tapi juga hadir untuk membeli komoditas. “Kenapa karena kita percaya bahwa pondasi dari ekonomi bangsa kita yang kokoh adalah hubungan dagang yang bersifat win win. Hubungan dagang yang memperkuat perekonomian dari kedua wilayah,” terangnya.
“Ini semangat yang ingin kita wujudkan. Harus bisa win win antara Sulut dengan Jawa Timur. Kita yakin bahwa Sulut betul-betul punya potensi untuk semakin berkembang,” jelasnya.
Menurutnya, lokasi Sulawesi Utara sangat strategis, ditambah infrastruktur Pelabuhan Bitung yang menjadi gerbang di Samudra Pasifik. Ia optimis bahwa Sulawesi Utara ini punya potensi yang sangat besar dari hubungan dagang dan investasi dengan Jawa Timur.
Emil juga menekankan kinerja ekonomi Jawa Timur yang terus menunjukkan tren positif menjadi modal kuat dalam memperluas kerja sama perdagangan. Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 5,96 persen (yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen. Dari sisi perdagangan, Jawa Timur juga mencatat surplus neraca perdagangan sebesar Rp 210,1 triliun sepanjang tahun 2025 dan kembali mencatat surplus Rp 54,25 triliun pada Triwulan I Tahun 2026. Capaian tersebut menunjukkan tingginya daya saing produk-produk unggulan Jawa Timur di pasar nasional maupun internasional.
Emil melanjutkan, penyelenggaraan Misi Dagang 2026 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bisa bekerja sama menguatkan ekonomi yang telah terbangun, sekaligus menghadirkan peluang-peluang baru bagi pelaku usaha, investor, serta UMKM di kedua daerah. Sejak tahun 2019 hingga 2026, Pemprov Jawa Timur telah melaksanakan 51 kali misi dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi mencapai Rp 38,32 triliun dari 2.224 transaksi yang melibatkan 2.544 pelaku usaha. Sementara pada tingkat internasional, tujuh misi dagang yang dilaksanakan sejak 2022 hingga April 2026 berhasil mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 21,42 triliun.
“Mari manfaatkan momentum ini untuk memperluas pasar, meningkatkan perdagangan antarwilayah, dan membangun jejaring bisnis yang semakin kokoh demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” terangnya.
“Ke depan, hubungan dagang antara Jawa Timur dan Sulawesi Utara bisa terus berkembang dan memberi manfaat nyata bagi pelaku usaha serta mendorongpertumbuhan ekonomi di kedua wilayah,” tutupnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, J. Victor Mailangkay, menyampaikan gelaran Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur dan Manado tahun 2026 ini merupakan gelaran Misi Dagang kedua setelah sebelumnya terselenggara 2022 lalu. “Hubungan kerjasama ekonomi ini akan terus berlanjut antara Jatim dan Sulawesi Utara. Artinya, menunjukkan komitmen kuat meningkatkan kinerja perdagangan dalam negeri, memperkuat kolaborasi dan sinergi. Ini adalah contoh nyata semangat membangun ekonomi,” ujar Victor.
“Ini bukti nyata Pemprov Jawa Timur sangat concern terhadap UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian bangsa. Terima kasih sudah menghadirkan lebih dari 50 pelaku usaha di Sulawesi Utara. Forum ini sangat baik membangun komunikasi bisnis, menjajaki peluang investasi sekaligus menghasilkan transaksi perdagangan yang menguntungkan bagi kedua daerah,” pungkasnya.
Dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,887 triliun, Misi Dagang 2026 menandai lonjakan perdagangan yang signifikan antara kedua provinsi. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berkelanjutan, dukungan infrastruktur pelabuhan, serta komitmen kuat terhadap UMKM menjadi pilar utama dalam memperkuat hubungan dagang win‑win ini. Pelaku usaha di kedua wilayah kini memiliki peluang lebih luas untuk memperluas pasar, meningkatkan volume perdagangan, dan membangun jaringan bisnis yang lebih solid, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di kawasan tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Timnas Indonesia Hadapi Oman, Harap Kemenangan 38 Tahun
Ombudsman, BPKN, YLKI Usulkan Rekomendasi BPJS JKN
172 Sekolah Sidoarjo Tanpa Kepala Tetap, 126 Calon Siap
Surabaya Perketat Pengawasan Data KTP di SPMB 2026/2027
Pemerintah Ubah Tarif TBA, TBB Pesawat Tengah Avtur Tinggi
Surabaya Panas Terik Suhu Maksimum 36°C Musim Kemarau
Berita Terbaru
Huntara Hancur Akibat Angin Kencang di Langkahan, Aceh Utara
OJK: Rupiah Lelemah, CAR 23,97% Solid, Dampak Terkendali
Pemerintah Tetapkan Penempatan DHE SDA melalui Bank BUMN
Karhutla 4 Juni: Dua Titik Kebakaran 4 Ha di Sumsel
Kebakaran Hutan di Kalimantan Tertangkap, 3 Warga Kena Sakit
Timnas Indonesia Hadapi Oman, Harap Kemenangan 38 Tahun
