Mitratel dan Airbus Sepakati Pengembangan Infrastruktur Telekomunikasi

Tika M. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 120 dibaca
Bisik.id
Mitratel dan Airbus Sepakati Pengembangan Infrastruktur Telekomunikasi

Gambar atau konten salah?

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) dan AALTO HAPS Limited (AALTO), anak perusahaan Airbus, melanjutkan pengembangan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Kedua perusahaan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) baru.

Penandatanganan ini terjadi saat acara Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, Spanyol. Kesepakatan ini bertujuan menghadirkan solusi konektivitas yang inovatif, andal, dan berkelanjutan di berbagai daerah Indonesia.

Dalam kerja sama ini, AALTO akan menjadi penyedia layanan konektivitas Stratospace. AALTO juga akan mengoperasikan dan mengelola solusi berbasis High Altitude Platform System (HAPS), termasuk penempatan dan pengoperasian Stratocraft.

Mitratel, sebagai penyedia infrastruktur menara telekomunikasi dan perusahaan operasional PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), akan mendukung implementasi. Dukungan Mitratel berupa penyediaan dan pengelolaan infrastruktur menara yang diperlukan.

Kerja sama ini dijalankan dengan mematuhi prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) dan semua hukum serta regulasi yang berlaku di Indonesia dan yurisdiksi terkait. Proses perizinan, persetujuan, dan dokumentasi dari instansi pemerintah juga akan dipastikan terpenuhi sesuai peraturan.

Seno Soemadji, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, menyatakan inisiatif ini bagian dari strategi TelkomGroup menyiapkan fondasi infrastruktur generasi berikutnya yang melengkapi jaringan darat. Teknologi HAPS dinilai mampu mengatasi tantangan penyediaan layanan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Ini sejalan dengan kebutuhan pemerintah dan masyarakat akan akses konektivitas yang merata.

Seno menambahkan, solusi ini juga berguna saat terjadi bencana, terutama ketika infrastruktur darat terganggu. Ini mendukung pemulihan layanan menjadi lebih cepat dan efektif. Ia menyebutkan bahwa TelkomGroup mendukung kelanjutan inisiatif ini melalui pengujian dan studi kelayakan yang menyeluruh. Setiap tahap adopsi teknologi akan dilakukan dengan hati-hati, mengutamakan tata kelola yang baik dan kepatuhan regulasi untuk memberikan nilai jangka panjang bagi ekosistem digital nasional.

Perluasan ruang lingkup kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kesepahaman yang sudah ada sejak tahun 2023. Potensi kerja sama akan terus dievaluasi melalui kajian komprehensif. Kajian tersebut mencakup aspek bisnis, finansial, teknis, operasional, komersial, hukum, dan regulasi untuk memastikan perencanaan dan pelaksanaan yang akuntabel.

CEO Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menegaskan inisiatif ini sejalan dengan komitmen Mitratel memperkuat ekosistem infrastruktur digital Indonesia. Sinergi antara menara dan teknologi HAPS diharapkan meningkatkan kualitas layanan, memperluas jangkauan, serta mendukung ketahanan sistem telekomunikasi nasional. Kesepahaman ini memberi landasan kuat untuk menyusun peta jalan implementasi yang terukur dan berorientasi jangka panjang.

Sementara itu, CEO AALTO, Hughes Boulnois, menyampaikan penguatan kerja sama ini terjadi seiring meningkatnya momentum komersial teknologi Stratospace. Kemampuan Zephyr menyediakan konektivitas langsung ke perangkat membuka peluang menjangkau wilayah dengan akses terbatas sekaligus meningkatkan keandalan jaringan. Hughes menyebut Asia-Pasifik sebagai kawasan strategis bagi pertumbuhan AALTO dan penting bagi evolusi konektivitas global.

MoU ini diperpanjang hingga Oktober 2027. Kedua perusahaan akan terus mengevaluasi dan mematangkan potensi integrasi antara teknologi HAPS dan infrastruktur telekomunikasi. Ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk memperluas akses konektivitas dan mempercepat transformasi digital Indonesia.

Mitratel dan AALTO sepakat melanjutkan pengembangan infrastruktur telekomunikasi menggunakan teknologi HAPS di Indonesia. Kesepakatan ini mencakup operasional Stratocraft oleh AALTO dan dukungan infrastruktur menara oleh Mitratel. Kerja sama yang diperpanjang hingga Oktober 2027 ini bertujuan meningkatkan konektivitas, khususnya di wilayah sulit dijangkau dan sebagai cadangan saat terjadi gangguan darurat, sambil mematuhi regulasi yang berlaku.

MitratelAALTO HAPSStratospaceInfrastruktur TelekomunikasiHAPSKonektivitasTelkomGroup

Komentar

Memuat komentar...