MPASI Dini: Definisi, Risiko, Saran Dr. Meta Indonesia
Gambar atau konten salah?
Perdebatan tentang pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) sebelum bayi berusia enam bulan kini menjadi topik hangat di media sosial. Banyak orang berbagi pendapat, namun tidak semua memahami apa yang dimaksud dengan MPASI dini.
Dr. Meta Hanindita, spesialis anak, menjelaskan bahwa istilah MPASI dini sebenarnya merujuk pada pemberian MPASI di usia kurang dari empat bulan. “MPASI dini itu definisinya adalah MPASI yang diberikan di usia kurang dari 4 bulan. Kalau dikasih pas usia 4 bulan teng ya namanya bukan MPASI dini,” ungkapnya di sebuah thread.
Di beberapa negara Eropa, rekomendasi mulai memberi MPASI dimulai pada usia 17 minggu atau sekitar empat bulan. Namun, Indonesia mengikuti pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menyarankan ASI eksklusif hingga bayi berusia enam bulan.
Perbedaan rekomendasi tersebut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, sanitasi, dan kesehatan masyarakat yang berbeda di tiap negara. “Di negara maju, sumber air bersih mudah, status ekonomi dan sosial berbeda, hygiene juga berbeda,” jelas Dr. Meta.
Di Indonesia, penerapan MPASI pada usia empat bulan dapat menimbulkan risiko lebih tinggi. Ketersediaan air bersih dan tingkat kebersihan yang belum merata dapat meningkatkan infeksi pada bayi yang masih rentan. “Sumber air belum tentu bersih, hygiene yang kurang malah bisa meningkatkan risiko infeksi pada bayi yang tentu masih rentan. MPASI yang kurang bergizi juga justru bisa menyebabkan malnutrisi,” tambahnya.
Walaupun WHO menekankan ASI eksklusif hingga enam bulan, dokter dapat menyarankan MPASI sebelum usia enam bulan, asalkan tidak di bawah empat bulan. “Bisa saja dokter mengadviskan MPASI sebelum 6 bulan, sesudah 4 bulan. Sekali lagi, itu bukan MPASI dini,” tegasnya.
Keputusan tersebut harus didasarkan pada pertimbangan medis, seperti pertambahan berat badan yang kurang optimal atau kondisi khusus lainnya. Bayi juga harus dievaluasi kesiapan untuk menerima makanan pendamping. “Selama ada indikasi, sudah dievaluasi tanda kesiapan makan, dan atas advis dokter,” ujar Dr. Meta.
Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial. Konsultasi dengan dokter anak tetap diperlukan sebelum memutuskan memberikan MPASI lebih awal kepada bayi.
Secara singkat, MPASI dini berarti pemberian sebelum usia empat bulan, sedangkan WHO menyarankan ASI eksklusif hingga enam bulan. Namun, situasi kesehatan dan lingkungan dapat memengaruhi keputusan medis. Dokter dapat menyesuaikan jadwal MPASI jika ada indikasi medis, namun harus melewati usia empat bulan dan melalui evaluasi kesiapan bayi. Mengikuti saran profesional dan memonitor kesehatan bayi tetap menjadi prioritas utama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini