NASA Luncurkan Artemis II, Kembali ke Luar Angkasa 54 Tahun
Gambar atau konten salah?
Pada 01 April 2026, NASA meluncurkan misi Artemis II yang berlangsung sepuluh hari di sekitar Bulan. Empat astronaut terpilih, yaitu Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada, menjadi manusia pertama yang kembali ke luar angkasa jauh setelah Apollo 17 pada tahun 1972. Dengan keberadaan mereka, misi ini menandai tonggak penting: Koch akan menjadi perempuan pertama yang terbang ke ruang angkasa jauh, sementara Glover akan menjadi orang kulit hitam pertama yang melakukannya.
Selama lebih dari lima dekade sejak program Apollo berakhir, teknologi dan desain astronot telah mengalami perubahan signifikan. Perbandingan antara kapsul Apollo dan pesawat ruang angkasa Orion menunjukkan perbedaan mendasar, baik dalam ukuran, fungsi, maupun kenyamanan bagi awak.
Biaya pengiriman setiap kilogram ke orbit sangat tinggi, sehingga setiap gram yang dibawa harus dipertimbangkan. Desain Orion dimaksimalkan agar berat seminimal mungkin, meskipun ruang lebih luas dibandingkan modul komando dan layanan Apollo. Meskipun demikian, Orion tetap tidak mewah; ia dirancang untuk efisiensi dan kenyamanan, bukan kemewahan.
Volume kapsul Apollo mencapai 6,2 meter kubik, memuat tiga astronaut. Orion, tergantung pada misi Artemis tertentu, diperkirakan memiliki volume sekitar 330 kaki kubik, setara dengan 9 meter kubik. Dimensi ruang interiornya, 2,08 × 2,08 × 2,08 meter, menampung empat astronaut sekaligus menyediakan kamar tidur, dapur, ruang makan, kamar mandi, dan area kerja.
Artemis menawarkan ruang yang dapat dihuni 30 % lebih banyak daripada Apollo. Dengan tambahan awak, ruang tersebut dimanfaatkan lebih efisien. Saat misi mencapai orbit, berbagai elemen pesawat dapat dikonfigurasi ulang. Menyimpan kursi dan pakaian antariksa di ruang penyimpanan membuka volume pusat yang lebih besar, memaksimalkan penggunaan ruang.
Berbeda dengan misi Apollo, Orion dilengkapi dapur untuk menyiapkan makanan dan ruang olahraga. Fasilitas ini penting untuk mencegah kehilangan otot yang cepat di bawah gravitasi mikro. Kabin baru juga dirancang agar privasi dapat disesuaikan, mengurangi kebisingan dan bau, sehingga misi menjadi lebih higienis.
Orion membawa toilet pertama yang dikirim ke ruang angkasa. Pada misi Apollo, tidak ada sistem pengelolaan limbah, yang menyebabkan insiden kotoran misterius mengambang pada Apollo 10. Sistem Pengelolaan Limbah Orion (WMS) memiliki toilet lengkap yang cocok untuk misi berdurasi pendek hingga menengah, menawarkan privasi dan kenyamanan bagi para astronaut untuk menggunakan kamar mandi. Sistem ini menggunakan tangki urine kecil yang berventilasi ke luar angkasa dan wadah yang dapat diganti untuk penyimpanan limbah padat, demikian pernyataan dalam makalah teknis tentang Orion.
Perkembangan komputasi sejak era Apollo sangat pesat. Komputer Apollo tunggal memiliki RAM 4 kilobyte dan ROM 72–74 kilobyte. Perangkat seluler modern jauh lebih canggih, baik dalam kapasitas maupun berat. Orion Artemis dilengkapi dengan dua komputer penerbangan redundan yang beroperasi bersamaan, masing-masing mencakup dua modul komputer redundan. Dengan demikian, ada empat sistem redundan, masing-masing sekitar 75 % berat komputer tunggal Apollo, namun memori 128.000 kali lebih besar dan kecepatan 20.000 kali lebih cepat. Peningkatan ini meningkatkan keamanan, pengumpulan data, dan daya pemrosesan.
Material kapsul juga telah ditingkatkan. Modul Layanan Eropa (ESM), yang dibangun oleh Badan Antariksa Eropa, menggunakan panel surya untuk pembangkit listrik, berbeda dengan sel bahan bakar modul layanan Apollo. Sistem tenaga ini lebih ringan dan lebih efisien, mendukung operasi misi jauh.
Dengan semua inovasi ini, Artemis II menandai langkah maju dalam eksplorasi luar angkasa. Perbedaan jelas antara Orion dan Apollo mencerminkan evolusi teknologi, desain, dan kebutuhan manusia di luar bumi. Misi ini tidak hanya menguji sistem baru, tetapi juga menyiapkan fondasi bagi perjalanan manusia lebih jauh ke luar angkasa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rupiah Menembus Rp 18.000 Pagi Saat Dolar Tembus 18k Indonesia
Safari Apple: Kecepatan, Baterai, dan Privasi Unggul
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
Paula Hurd & Bill Gates Bersinergi di Breakthrough Prize 2026
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
