New Orleans Peringatkan: Tingkat Laut Naik, Relokasi Terpaksa

Rizki W. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
New Orleans Peringatkan: Tingkat Laut Naik, Relokasi Terpaksa

Gambar atau konten salah?

New Orleans, salah satu kota metropolitan terbesar di Amerika Serikat, kini menghadapi ancaman terendam air yang semakin nyata. Kota ini, yang berpenduduk 360.000 jiwa, terletak di dataran paling rendah di dunia, membuatnya sangat rawan terhadap kenaikan permukaan laut akibat pemanasan global.

Secara geografis, New Orleans berada di cekungan berbentuk mangkuk di tengah delta Sungai Mississippi yang menyusut dengan cepat. Sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut, dan kota ini hampir seluruhnya dikelilingi lahan basah yang dulunya berfungsi sebagai penyangga alami terhadap badai dan gelombang pasang.

Namun lahan basah ini terus mengalami penurunan karena manusia mengeringkannya untuk pembangunan dan industri. Sejak tahun 1930-an, Louisiana telah kehilangan sekitar 2.000 mil persegi lahan basah, mengurangi perlindungan alami kota tersebut.

Menurut analisis yang dipublikasikan di jurnal Nature Sustainability, pesisir Louisiana menghadapi ancaman kenaikan permukaan laut antara 3 hingga 7 meter. Dampaknya, para ilmuwan memperkirakan bahwa sekitar 75% sisa lahan basah akan lenyap dan garis pantai bisa menyusut hingga 100 kilometer ke daratan.

Para peneliti menambahkan bahwa New Orleans berpotensi dikelilingi Teluk Meksiko sebelum akhir abad ini. Oleh karena itu, kota ini harus memanfaatkan kesempatan sejak dini untuk merancang relokasi sebagai contoh daerah yang sebanding. Naiknya laut memang mengancam kota pesisir di seluruh dunia, mulai dari New York hingga Bangkok.

Untuk memetakan masa depan Louisiana, para ilmuwan mengamati masa lalunya. Salah satu penulis mengidentifikasi garis pantai kuno di utara New Orleans, yang terbentuk sekitar 125.000 tahun lalu ketika suhu global mirip hari ini, namun permukaan laut setidaknya 3 meter lebih tinggi.

“Sangat mungkin permukaan laut akan naik ke ketinggian tersebut di masa depan,” kata Torbjorn Tornqvist, salah satu peneliti dan profesor geologi di Tulane University.

Asisten profesor di Yale School of the Environment, Brianna Castro, mengungkapkan bahwa warga sebenarnya sudah mulai meninggalkan pesisir Louisiana beberapa dekade terakhir. Sejak Badai Katrina pada tahun 2005, New Orleans kehilangan sekitar 25% populasinya.

Masalah yang dihadapi kota ini kemungkinan besar akan semakin berat. Sekitar 99% populasi New Orleans berada pada risiko banjir tingkat tinggi. “Ketika badai dahsyat sekelas Katrina kembali menghantam kota ini, hampir semua orang akan mengalami kerusakan akibat banjir,” tegas Wanyun Shao, penulis studi dari Universitas Alabama.

Penduduk mungkin memilih tetap tinggal, namun Castro mengingatkan bahwa semakin banyak uang yang mereka habiskan untuk merenovasi rumah agar tahan banjir, semakin sedikit tabungan untuk relokasi. “Jika jelas akhirnya harus pergi, apakah ingin menunggu sampai sumber daya masyarakat habis dan krisis benar-benar terjadi?” tanyanya.

Relokasi kota bukan mustahil. Sebagai contoh, kota Kiruna di Swedia sedang melakukan pemindahan massal karena tanahnya perlahan amblas akibat tambang bijih besi di bawahnya. Pemindahan kota ini disetujui pada 2004 dan diperkirakan selesai pada 2035.

Namun tidak semua orang optimis. Beverly Wright, ilmuwan sekaligus pendiri Deep South Center for Environmental Justice yang keluarganya bermukim di New Orleans selama delapan generasi, takut relokasi menghancurkan komunitas kota. “Budaya yang kita miliki tumbuh dari pengalaman hidup dan lingkungan bertetangga. Kapan pun Anda mencerai beraikan lingkungan tersebut, Anda akan kehilangan banyak hal,” ungkap Wright.

Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa New Orleans berada pada posisi paling rawan di antara kota-kota pesisir di dunia. Kenaikan permukaan laut yang diproyeksikan, hilangnya lahan basah, dan risiko banjir yang tinggi menuntut tindakan cepat. Relokasi, meskipun menimbulkan tantangan sosial, dapat menjadi solusi pragmatis untuk melindungi penduduk dan warisan budaya kota tersebut.

New Orleanskenaikan permukaan lautlahan basahrelokasiBadai KatrinaDelta Sungai Mississippirisiko banjir

Komentar

Memuat komentar...