Operasi Ketupat Lodaya 2026: Kecelakaan Lalu Lintas Turun 89%

Wati N. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 86 dibaca
Bisik.id
Operasi Ketupat Lodaya 2026: Kecelakaan Lalu Lintas Turun 89%

Gambar atau konten salah?

Operasi Ketupat Lodaya 2026 berlangsung di Jawa Barat dari 13 Maret 2026 hingga 25 Maret 2026. Selama periode ini, angka kecelakaan lalu lintas turun drastis, mencapai 89 persen dibandingkan tahun lalu. Polda Jawa Barat mengklaim berhasil menekan angka kematian akibat kecelakaan yang terjadi selama angkutan Lebaran.

Data resmi Polda Jawa Barat menunjukkan 383 kejadian kecelakaan pada 2025, sedangkan pada 2026 hanya 93 kejadian. Korban jiwa juga menurun tajam: 121 orang meninggal pada 2025, sementara 13 orang pada 2026. Untuk korban luka berat, angka turun dari 63 pada 2025 menjadi 34 pada 2026. Korban luka ringan berkurang dari 434 menjadi 131. Kerugian material juga berkurang, dari Rp695.750.000 pada 2025 menjadi Rp311.600.000 pada 2026.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Dr. Rudi Setiawan, menyatakan penurunan fatalitas ini sangat signifikan. Ia berkata, Tercatat, angka fatalitas turun tajam dari 121 jiwa (tahun 2025) pada tahun sebelumnya menjadi hanya 13 jiwa (tahun 2026). Keberhasilan ini mencatatkan sejarah baru dalam pengamanan Lebaran di Jawa Barat, yang diraih berkat kerja keras personel di lapangan serta pengawasan ketat secara top-down yang dilakukan terus-menerus dari malam hingga dini hari, pada Minggu (29 Maret 2026).

Rudi menekankan bahwa penurunan angka kecelakaan tidak lepas dari inovasi strategi dan pelayanan yang diterapkan Polda Jawa Barat. Ia menyebutkan setidaknya lima inovasi unggulan yang diluncurkan untuk memastikan arus mudik dan balik berjalan lancar.

Inovasi pertama adalah penguatan layanan Call Center 110. Polda menanam spanduk masif di seluruh Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), dan titik keramaian di 23 wilayah hukum Polda Jawa Barat. Kedua, penyediaan Hotline Mudik Polda Jawa Barat yang memberikan informasi real‑time mengenai arus lalu lintas, akses CCTV Kota Bandung, jalur tol, hingga lokasi posko terdekat.

Inovasi ketiga mencakup fasilitas pelayanan lengkap di pos-pos pengamanan. Di sana, masyarakat dapat menitipkan kendaraan secara gratis di kantor polisi ketika mudik tanpa kendaraan pribadi. Keempat, setiap Polres di jajaran Polda Jawa Barat mendirikan pos tematik yang memberikan pelayanan khusus sesuai karakteristik daerah masing-masing, ditambah program mudik gratis bagi masyarakat.

Menurut Rudi, strategi-strategi tersebut terbukti efektif dalam memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi pemudik yang melintasi wilayah Jawa Barat. Ia menambahkan inovasi yang paling dirasakan manfaatnya secara langsung oleh pengendara adalah kehadiran Motor Senyum Polda Jawa Barat. Tim ini berfungsi sebagai pengurai kepadatan arus lalu lintas di jalur tol, arteri, maupun kawasan wisata. Selain mengatur jalan, tim Motor Senyum juga menyalurkan sisi humanis dengan membagikan takjil saat berbuka puasa, menyalurkan BBM bagi kendaraan yang mogok, hingga mengantarkan montir bagi pemudik yang mengalami kerusakan kendaraan.

Dengan kombinasi pengawasan ketat dan berbagai inovasi pelayanan tersebut, pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Jawa Barat dinilai sukses besar. Kapolda menegaskan bahwa seluruh upaya ini dilakukan demi mewujudkan mudik yang aman, nyaman, dan humanis. Penurunan angka kecelakaan yang mencapai titik terendah dalam sejarah menjadi bukti nyata efektivitas koordinasi dan dedikasi seluruh jajaran kepolisian dalam melayani masyarakat selama Lebaran.

Penurunan angka kecelakaan menunjukkan bahwa strategi penguatan layanan publik dan inovasi pelayanan di lapangan dapat memiliki dampak langsung pada keselamatan jalan. Keterlibatan aktif masyarakat melalui hotline dan pos tematik juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua pengguna jalan.

Operasi Ketupat Lodaya 2026Polda Jawa Baratturun angka kecelakaaninovasi layananCall Center 110Hotline MudikMotor Senyum Poldapengamanan Lebaran

Komentar

Memuat komentar...