Pajak Kendaraan Malaysia Ringan Meski Pendapatan Lebih Tinggi

Yanto K. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 157 dibaca
Bisik.id
Pajak Kendaraan Malaysia Ringan Meski Pendapatan Lebih Tinggi

Gambar atau konten salah?

Pajak kendaraan di Malaysia ternyata lebih rendah dibandingkan di Indonesia, meski pendapatan per kapita masyarakatnya lebih tinggi. Hal ini menimbulkan pertanyaan: bagaimana bisa begitu?

Menurut Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara menjelaskan bahwa komposisi pajak mobil di Indonesia bisa berkisar 36‑128 persen untuk mobil bensin, sementara di Malaysia hanya 10‑85 persen.

Ia juga menyebutkan data GDP yang dipublikasikan Gaikindo: “Padahal, menurut data yang dimuat Gaikindo, GDP Indonesia hanya US$ 4.900. Sedangkan Malaysia sudah tembus US$ 12.600 atau 2,5 kali lipat lebih besar dibandingkan Indonesia.”

“Indonesia saat ini GDP-nya di kisaran US$ 5 ribu, Malaysia berapa, Thailand berapa, kita bisa bikin perbandingan,” ujar Kukuh Kumara kepada pihak media di kantor Gaikindo, Menteng, Jakarta Pusat.

Ia menambahkan: “Saat ini, dengan GDP di bawah Malaysia, pajak di Malaysia lebih rendah. Jadi itu kajian‑kajian yang perlu dilakukan, supaya kita nggak egois dan masyarakat merasakan manfaatnya. Kembali biar industri tumbuh, ekonomi juga tumbuh.”

Komposisi pajak mobil di Indonesia meliputi PKB (Pajak Kendaraan Bermotor), Bea Balik Nama, PPN (Pajak Pertambahan Nilai), PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah), serta biaya penerbitan STNK, pelat nomor, dan BPKB.

Sementara itu, di Malaysia tidak ada pungutan BBNKB. Luxury tax atau PPnBM-nya sangat kecil, bahkan tak sampai 1 persen. Hal ini menjelaskan mengapa harga kendaraan di Tanah Melayu umumnya lebih murah.

Untuk pajak tahunan, Kukuh memberikan contoh: “Ambil contoh, Avanza di Indonesia pajak tahunannya Rp 4‑5 juta setahun. Kendaraan sama diekspor ke Malaysia, di sana pajak tahunannya Rp 600 ribu setahun. Jadi itu perbandingannya.”

Perbandingan ini menunjukkan bahwa meski pendapatan per kapita Malaysia lebih tinggi, struktur pajak kendaraan di sana lebih ringan. Faktor-faktor seperti tidak adanya BBNKB dan PPnBM rendah menjadi kunci utama. Dengan memahami perbedaan ini, pihak industri di Indonesia dapat menyesuaikan strategi agar tetap kompetitif di pasar regional.

Pajak Kendaraan BermotorMalaysiaIndonesiaGDPGaikindoPPnBMBBNKB

Komentar

Memuat komentar...