Palembang Car Free Day 7 Juni: Jalan Sudirman Tanpa Kendaraan
Gambar atau konten salah?
Car Free Day (CFD) akan diluncurkan di Jalan Sudirman pada 7 Juni 2026. Sebelumnya, kabar menyebutkan peluncuran pada 31 Mei 2026, namun tanggal tersebut bertepatan dengan Hari Raya Waisak. Menurut Isnaini Madani, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Palembang, “Kenapa tanggal 7 Juni bukan di hari Minggu nanti? Karena tanggal 31 Mei itu bertepatan dengan Hari Raya Waisak. Jadi saudara-saudara kita umat Buddha merayakan hari rayanya. Kita menghormati saudara kita umat Buddha.”
Isnaini menegaskan bahwa uji coba CFD sebelumnya berjalan lancar, terutama dalam pengaturan lalu lintas. Rekayasa lalu lintas yang diterapkan oleh Dinas Perhubungan berhasil mengurai kepadatan kendaraan selama CFD. “Di bawah kepemimpinan Pak Kadishub yang baru ini alhamdulillah lancar semua dengan rekayasa-rekayasa barunya,” ujarnya.
Untuk peluncuran resmi, konsep pembukaan akan dibuat lebih sederhana dan atraktif tanpa seremoni formal. Tidak akan ada pengguntingan pita atau penekanan sirene. “Jadi kita tidak dalam bentuk penekanan sirine, tidak pengguntingan pita. Langsung main bae, mengalir saja launching-nya,” jelasnya.
Acara akan dimulai dengan parade dari kawasan Jembatan Ampera di sisi Seberang Ilir, lalu melintas menuju panggung utama di kawasan air mancur Sudirman, dan berakhir di depan Monpera. Isnin menambahkan bahwa Pemkot sedang menyusun rundown acara bersama tim kecil yang dikoordinasikan Dishub Palembang. Jadwal launching masih menunggu kesediaan waktu Forkopimda Sumsel dan Kota Palembang agar seluruh unsur dapat hadir bersama. “Mudah-mudahan mereka bisa solid di satu waktu yang mereka bisa semua,” ujarnya.
Berbagai pihak akan turut ambil bagian, mulai dari Polda Sumsel, Polres, OPD hingga komunitas masyarakat. Atraksi yang disiapkan meliputi marching band, tanjidor, rabana, pocil (Polisi Cilik), duta lalu lintas, dan parade komunitas sepeda ontel.
Car Free Day ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarwarga, menghormati perbedaan agama, dan menampilkan kebudayaan lokal melalui parade dan pertunjukan seni budaya. Dengan pendekatan sederhana dan partisipasi luas, acara ini menandai langkah baru dalam upaya mengurangi kepadatan lalu lintas di pusat kota Palembang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen