PAPDI dan Kemenkes Langsung Tindak Hoaks Vaksin Campak

Agus P. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 63 dibaca
Bisik.id
PAPDI dan Kemenkes Langsung Tindak Hoaks Vaksin Campak

Gambar atau konten salah?

Dr dr Eka Ginanjar, SpPD adalah Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Ia menegaskan dukungan penuh kepada Kemenkes RI dalam menindak tegas penyebaran hoaks kesehatan, termasuk hoaks tentang vaksinasi campak.

Selama pertemuan di Jakarta Pusat pada 31 Maret 2026, Kemenkes RI mengumumkan rencana melaporkan konten dan tokoh publik yang menyebarkan hoaks. Mereka juga akan mengirimkan laporan ke pihak berwenang dan platform media sosial agar dilakukan penindakan.

"Karena di era media sosial seperti ini, satu statement, kalau orang itu misalnya tokoh masyarakat apalagi influencer, apalagi orang kesehatan itu bisa menyebabkan misinformasi yang maknanya atau dampaknya sangat luas," kata dr Eka.

Dr Eka menambahkan, "Kami dari PAPDI sangat mendorong, bahwa orang yang sering atau dengan sengaja menyebarkan informasi yang salah terkait kesehatan, itu harus diarahkan, ditegur, bahkan kalau perlu diberikan sanksi."

PAPDI, sebagai organisasi profesi yang fokus pada edukasi kesehatan, berencana melawan berbagai misinformasi kesehatan. Salah satu fokusnya adalah hoaks tentang campak, yang akan dihadapi lewat media sosial.

"Para spesialis penyakit dalam itu banyak yang jadi influencer, yang memberikan edukasi rutin ke masyarakat. Itu kami akan kumpulkan supaya sama-sama memberikan informasi yang lurus dan terarah," ujarnya.

"Bahkan sebagai counter lah bagi informasi-informasi yang salah, yang diberikan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab," tutupnya.

Ringkasnya, PAPDI dan Kemenkes berusaha menekan penyebaran hoaks kesehatan lewat penegakan hukum dan edukasi publik. Dengan kolaborasi antara dokter spesialis dan lembaga pemerintah, diharapkan informasi kesehatan yang akurat dapat lebih mudah diakses masyarakat.

PAPDIKemenkes RIhoaks kesehatanvaksinasi campakmedia sosialedukasi kesehatan

Komentar

Memuat komentar...