Pasokan Listrik Aceh Kembali Normal Setelah Pemadaman Jambi
Gambar atau konten salah?
Di Aceh, pasokan listrik kembali normal setelah pemadaman total yang disebabkan gangguan di Jambi. Pada 22 Mei 2026, semua pelanggan di wilayah Aceh mengalami pemadaman saat warga hendak melaksanakan salat Magrib. Listrik sempat berkedip sebelum akhirnya mati total.
Selama lebih dari 24 jam, sebagian daerah baru menyala sekitar pukul 20.00 WIB pada 23 Mei 2026. Beberapa wilayah lain hanya pulih setelah tiga jam. Pada 24 Mei 2026, sekitar pukul 20.01 WIB, seluruh jaringan kembali menyala. PLN mengumumkan bahwa 172 penyulang yang terdampak telah menyala kembali, dan 1.872.882 pelanggan yang sebelumnya terputus kini kembali menikmati pasokan listrik.
Menurut General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, “Berdasarkan data pemulihan sistem kelistrikan, sebanyak 1.872.882 pelanggan yang sebelumnya terdampak juga telah kembali menikmati pasokan listrik.” Ia menambahkan, “Pasokan listrik pulih total pada Minggu (24 Mei 2026) sekitar pukul 20.01 WIB. Dalam proses penormalan sistem kelistrikan, PLN disebut mengedepankan aspek keselamatan, kehati-hatian, dan keandalan sistem.”
Eddi juga memohon maaf kepada pelanggan, “PLN memahami listrik merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, baik untuk aktivitas rumah tangga, layanan publik, fasilitas kesehatan, pendidikan, kegiatan usaha, maupun sektor produktif lainnya.” Ia menegaskan, “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Kami juga mengapresiasi kesabaran masyarakat yang tetap mendukung dan memberikan kepercayaan kepada PLN selama proses pemulihan.”
Setelah pemulihan berhasil, PLN tetap menyiagakan petugas untuk memantau sistem kelistrikan secara menyeluruh. Langkah ini bertujuan memastikan pasokan listrik tetap andal dan layanan kelistrikan berjalan optimal.
Sejumlah daerah di Aceh tetap mengalami pemadaman bergilir sebelum listrik dipastikan normal. Namun, hanya dua wilayah yang tidak terdampak. General Manager PLN UID Aceh menegaskan bahwa sistem kelistrikan di Pulau Sabang dan Kepulauan Simeulue tetap dalam kondisi normal.
Pemadaman disebabkan gangguan jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi. PLN menyatakan bahwa pemulihan dilakukan secara bertahap untuk memastikan jaringan kembali beroperasi dengan aman dan stabil, serta mencegah terjadinya gangguan lanjutan.
Kesimpulannya, pemadaman listrik di Aceh berakhir setelah koordinasi antara PLN, pemerintah, TNI/Polri, dan masyarakat. Dengan pemulihan yang cepat dan sistem pemantauan berkelanjutan, pasokan listrik kembali normal dan dapat diandalkan untuk kebutuhan sehari‑harinya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini