Pastry Korea Mencuat Populer di Blok M, Jakarta

Dani L. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Pastry Korea Mencuat Populer di Blok M, Jakarta

Gambar atau konten salah?

Korea Selatan dikenal sebagai pusat inovasi pastry di Asia. Banyak toko roti di negara ini mencampur gaya Eropa dengan cita rasa Asia, menghasilkan kreasi yang tak hanya lezat tapi juga menarik perhatian. Di Indonesia, tren ini tidak luput, dan beberapa produk Korea kini menjadi favorit di kalangan pecinta roti.

Korean Garlic Cheese Bread adalah contoh paling terkenal. Roti ini pertama kali muncul sebagai jajanan kaki lima di stasiun Gangnam, Korea. Roti berlapis keju melimpah dan saus bawang putih membuatnya tak terlupakan. Ketika tren ini menyebar ke Indonesia, hampir semua bakery mulai menawarkannya. Pada awalnya, harganya berkisar antara Rp 30.000 – Rp 50.000 per porsi. Kini, variasi ukuran dan harga semakin beragam, dan banyak resep sederhana juga dibagikan di media sosial.

Goguma Ppang adalah roti ubi jalar yang dipadukan dengan keju mozzarella. Nama “goguma” berarti ubi jalar dalam bahasa Korea, dan roti ini memang menampilkan kulit berwarna ungu serta bagian dalam berwarna kuning. Roti ini biasanya disajikan hangat agar teksturnya lembut dan keju benar-benar lumer. Di Indonesia, toko seperti Loaf Bun menawarkan goguma ppang dengan harga sekitar Rp 18.000 per potong.

Salt Bread tampak sederhana, namun memiliki sejarah menarik. Roti ini sebenarnya berasal dari Jepang, dengan rasa asin dan buttery yang khas. Di Korea, popularitasnya melonjak pada tahun 2021, terutama berkat penjual di Seongsu-dong yang menonjolkan varian ini. Di Jakarta, kafe dan bakery di Blok M mulai menambahkan salt bread ke menu mereka. Variasi yang ditawarkan meliputi topping keju, salad telur, dan kinako. Harga salt bread di Indonesia berkisar antara Rp 12.000 – Rp 40.000.

Jjondeuk (Chewy Cookies Dubai Choco) merupakan perpaduan unik antara budaya Korea dan Dubai. Roti ini menyerupai mochi Jepang, dengan kulit kenyal yang terbuat dari marshmallow cair, bukan tepung beras. Isiannya adalah kunafa ala cokelat Dubai. Di Jakarta, produk ini langsung viral dan tersedia di beberapa toko seperti Daribu, Soopsok Sweets, dan Don Bakehouse. Harga Jjondeuk biasanya dimulai dari Rp 30.000.

Butter Tteok adalah kue beras (tteok) yang dimasak dengan mentega. Rupaannya mirip madeleine, namun teksturnya lebih kenyal karena tepung beras ketan. Bagian luar kue dipanggang dengan mentega dan gula, menghasilkan lapisan garing yang kontras dengan bagian dalam yang lembut. Butter Tteok kini hadir di beberapa bakery dan kafe populer di Jakarta, dengan kisaran harga antara Rp 30.000 – Rp 50.000.

Keberagaman ini menunjukkan bagaimana pastry Korea berhasil menembus pasar Indonesia. Banyak bakery di kota-kota besar menyesuaikan menu mereka dengan tren ini, menawarkan variasi harga dan ukuran yang fleksibel. Penjual juga sering kali memanfaatkan media sosial untuk berbagi resep dan promosi, sehingga produk-produk ini semakin mudah diakses oleh konsumen.

Video pendek tentang roti Korea yang kini beredar di Blok M dapat dilihat melalui tautan berikut: Video 20detik. Penampilan roti tersebut menegaskan bahwa konsep sederhana namun inovatif dapat menarik minat luas, baik di Korea maupun di Indonesia.

Secara keseluruhan, tren pastry Korea di Indonesia menunjukkan bahwa inovasi kuliner tidak terikat pada satu negara. Dengan adaptasi lokal, produk-produk ini dapat menjadi bagian penting dari budaya makanan sehari-hari, menawarkan rasa baru sekaligus memicu kreativitas di kalangan bakery.

Pastry KoreaGarlic Cheese BreadGoguma PpangSalt BreadJjondeukButter TteokTren pastry IndonesiaMedia sosial resep

Komentar

Memuat komentar...