Pemadaman Listrik Bergilir di Pasuruan Mengganggu Warga

Dwi H. · 1 min baca · 6 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Pemadaman Listrik Bergilir di Pasuruan Mengganggu Warga

Gambar atau konten salah?

Pemadaman listrik bergilir telah mengganggu warga Pasuruan selama dua pekan terakhir. Setiap kali terjadi, lampu padam selama tiga jam, membuat banyak aktivitas dan pekerjaan terhenti.

Ahmad Romadoni, warga Keluarga Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, mengeluh bahwa pemadaman tidak diberitahukan sebelumnya. Ia menambahkan, “Tidak ada pemberitahuan. Tadi pagi padam mulai pukul 06.00. Nggak bisa masak,” katanya pada 19 Juni 2026.

Menurut Doni, ia harus keluar wilayah kelurahannya untuk mencari tempat menyalakan handphone. Ia berkata, “Pagi‑pagi sudah padam, akhirnya ke warung sekalian ngecas handphone,” menegaskan betapa sulitnya beraktivitas tanpa listrik.

Pengusaha mebel di Kelurahan Randusari, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, juga tidak menerima pemberitahuan. Ia mengakui, “Nggak papa mati lampu asalkan ada woro‑woro dulu jadi kami bisa perkirakan kapan mengerjakan garapan. Biasanya mesin untuk gosok dan pasrahan kayu. Kalau tiba‑tiba mati listrik jelas merugikan kami. Apalagi kondisi ekonomi sekarang seperti ini,” jelasnya.

Taufik, warga Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo, mengatakan ia menerima pemberitahuan lewat grup WhatsApp, namun durasi tiga jam tetap mengganggu aktivitas. Ia menyatakan, “Lama, pemadamannya 3 jam,” ungkapnya.

Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Kota Pasuruan, M Rizal Fauzi, menjelaskan bahwa pemadaman bergilir dilakukan merata di Jawa karena kekurangan pasokan listrik dari pembangkit. Ia menegaskan, “Karena kekurangan pasokan listrik dari pembangkit, merata se‑Jawa,” jelasnya.

Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya sistem pasokan listrik yang stabil, terutama bagi warga dan pelaku usaha di daerah tersebut.

pemadaman listrikPasuruankekurangan pasokan listrikWhatsApp pemberitahuanUP3 PLNusaha mebelkegiatan terhenti

Komentar

Memuat komentar...