Pemadaman Listrik Sumatera: Kabel SUTET Putus, Tidak Sabotase

Wulan M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 124 dibaca
Bisik.id
Pemadaman Listrik Sumatera: Kabel SUTET Putus, Tidak Sabotase

Gambar atau konten salah?

Bareskrim Polri mengungkap penyebab pemadaman listrik di sebagian wilayah Sumatera beberapa hari lalu. Menurut laporan, tidak ada unsur sabotase yang terlibat.

Irjen Nunung Syaifudin, Wakabareskrim Polri, menyampaikan temuan tersebut dalam sebuah jumpa pers di Jakarta Selatan pada 25 Mei 2026. Ia menjelaskan bahwa pemadaman terjadi pada 22 Mei 2026 dan menimpa setidaknya lima provinsi di Pulau Sumatera.

Investigasi awal menunjukkan kabel transmisi SUTET 275 kV terputus. Kabel tersebut terdeteksi oleh tim gabungan di sekitar Tower 175 dan Tower 176, yang terletak di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Walaupun tower masih berdiri, kabelnya terputus. “Kondisi fisik tower transmisi secara umum masih dalam keadaan baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan pada struktur tower,” ujar Nunung.

Bagian ujung kabel yang putus terlihat terurai seperti serabut. “Kabel putus karena faktor teknis dan cuaca ekstrem di lokasi,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa kerusakan tidak rapi, berbeda dengan dugaan sabotase.

Nunung menegaskan: “Kenapa kami bisa pastikan ini bukan faktor sabotase? Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Ia lebih bersifat atau berbentuk serabut, ya, seperti yang ada di depan kita rekan-rekan. Jadi kalau itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi.” Ia menunjuk potongan kabel sebagai bukti yang telah diamankan.

Potongan kabel tersebut diserahkan ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk analisis lebih lanjut. Hasil awal menunjukkan tidak ada tanda-tanda manipulasi.

Menurut PT PLN, pasokan listrik di seluruh wilayah Sumatera telah kembali normal 100 % dan beroperasi dengan aman serta stabil. “Saat ini kondisi sistem kelistrikan di wilayah Sumatera telah berhasil dipulihkan sepenuhnya,” kata Nunung.

Dengan pemulihan tersebut, masyarakat di daerah terdampak dapat kembali menggunakan listrik tanpa gangguan. Pemerintah menegaskan bahwa langkah-langkah pemeliharaan jaringan akan terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Keputusan Bareskrim Polri menegaskan pentingnya penyelidikan forensik dalam menanggapi pemadaman listrik. Sementara itu, PLN berkomitmen memperkuat infrastruktur kelistrikan agar lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan faktor teknis lainnya.

Bareskrim Polripemadaman listrikSumaterakabel transmisi SUTET 275 kVsabotasecuaca ekstremPuslabforPLN

Komentar

Memuat komentar...