Pendaftaran Beasiswa Santri Jawa Tengah 2026 Hingga 10 Juli
Gambar atau konten salah?
Pendaftaran beasiswa santri dan pengasuh pesantren Jawa Tengah 2026 masih berlangsung hingga 10 Juli 2026. Sejauh ini, 825 orang sudah mendaftar, baik untuk program di dalam negeri maupun luar negeri.
“Berdasarkan data, yang sudah daftar sekitar 825 orang santri, baik untuk sekolah di luar negeri maupun dalam negeri,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen di laman resmi pemerintah provinsi pada 18 Mei 2026.
Wakil Gubernur berharap santri yang menerima beasiswa dapat belajar dengan baik dan, setelah lulus, memanfaatkan ilmu yang didapat untuk melengkapi keilmuan di pondok pesantren. Ia menegaskan, “Ilmunya bisa dimanfaatkan untuk melengkapi keilmuan yang ada di pondok pesantren.”
Beasiswa ini mencakup pendidikan S1 di dalam negeri maupun luar negeri serta S2 di dalam negeri. Santri dapat memilih negara tujuan seperti Taiwan, China, Jepang, Korea Selatan, India, dan Turki. Pemerintah provinsi menanggung biaya kuliah tunggal (UKT), biaya hidup, visa, tiket pesawat, dan asuransi, dengan besaran yang disesuaikan standar maksimal tiap program studi. Untuk program dalam negeri, UKT santri S1 diberikan hingga delapan semester.
- 1. S1 Dalam Negeri (Jawa Tengah)
- Bidang: Kedokteran, pertanian, sains teknologi, teknik, matematika, dan keislaman
- Beasiswa: Biaya perkuliahan (UKT) dari semester 1‑8
- 2. Vokasi dan S1 Luar Negeri (Bidang Saintek)
- Negara: Turki, India, Jepang, Korea Selatan, China, dan Taiwan
- Beasiswa: Biaya kuliah, biaya hidup, visa, asuransi, dan tiket pulang‑pergi (Semarang‑tujuan)
- 3. S1 Luar Negeri (Double Degree)
- Beasiswa: Untuk kuliah 4 semester di luar negeri, semester 5‑8 untuk program studi sains dan teknologi
- 4. S1 Luar Negeri (Bidang Keislaman)
- Universitas Al Azhar (Mesir): Bantuan dukungan penyelesaian studi bagi mahasiswa pada tahun ketiga
- Al Ahqof (Yaman): Biaya kuliah, biaya hidup, visa, asuransi, dan tiket pulang‑pergi (Semarang‑tujuan)
- 5. S2 Dalam Negeri
- Bidang: Keislaman, humaniora, dan saintek
- Beasiswa: Bantuan dalam penyelesaian studi bagi pengasuh pesantren
Syarat Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026
- 1. Penduduk Jawa Tengah
- 2. Pernah/sedang belajar atau mengabdi di pesantren di Jawa Tengah yang memiliki EMIS/IJOP Pesantren
- 3. S1 Dalam Negeri (Jawa Tengah): Diterima melalui SBUB/SNPMB/SNBT 2026
- 4. Vokasi dan S1 Luar Negeri (Bidang Saintek): Memiliki letter of acceptance (LoA)
- 5. S1 Luar Negeri (Bidang Keislaman): Minimal tahun ketiga pada Universitas Al Azhar (Mesir) dan/atau Universitas Al Ahqof dan Imam Syafii (Yaman)
- 6. S1 Dalam Negeri untuk Pengasuh Pesantren: Minimal semester kedua, IPK ≥ 3,0
Tahapan Seleksi Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026
- Administrasi
- KTP
- Rekomendasi pesantren
- Bukti penerimaan atau kartu hasil studi
- Untuk S1 Dalam Negeri (Jawa Tengah) melampirkan bukti penerimaan mahasiswa 2026
- Untuk S1 Luar Negeri (Bidang Keagamaan) melampirkan kartu hasil studi
- Akademik dan Kepesantrenan
- Hafalan Al‑Qur’an: minimal 3 Juz untuk S1 Dalam Negeri, 5 Juz untuk S1 Luar Negeri (Bidang Keislaman), 10 Juz untuk S2 Dalam Negeri pengasuh pesantren
- Mampu membaca kitab kuning
- Wawancara
- Bahasa asing (untuk luar negeri) dan wawasan kebangsaan
Waktu Seleksi Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026
- Beasiswa Santri Vokasi dan Program S1 Dalam Negeri
- Pendaftaran: 18 Februari 2026 – 10 Juli 2026
- Seleksi: 13 Juli 2026 – 1 Agustus 2026
- Pengumuman: 3 Agustus 2026
- Beasiswa Santri Vokasi dan S1 Luar Negeri, Double Degree Keislaman di Al Azhar (Mesir) dan Al Ahqof, dan Imam Syafi'i (Yaman)
- Pendaftaran: 18 Februari 2026 – 13 Juni 2026
- Seleksi: 15 Juni 2026 – 4 Juli 2026
- Pengumuman: 6 Juli 2026
Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren tahun 2026 dapat diakses melalui laman https://jatengprov.go.id/.
Beasiswa ini memberikan kesempatan bagi santri dan pengasuh pesantren Jawa Tengah untuk menempuh pendidikan tinggi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dengan dukungan finansial yang komprehensif. Program ini menekankan pentingnya integrasi ilmu yang diperoleh di luar negeri dengan praktik di pesantren, sehingga santri dapat menjadi sumber pengetahuan yang berkelanjutan bagi komunitasnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait