Pertamina Percepat Pemulihan Pasokan BBM di Bali, Kirim 24 Jam
Gambar atau konten salah?
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus sedang berupaya mempercepat pemulihan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali. Caranya dengan mengatur pengiriman secara prioritas ke SPBU tertentu dan menjalankan operasional pengiriman selama 24 jam nonstop.
Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menjelaskan bahwa penentuan SPBU prioritas ini merupakan bagian dari pengaturan operasional supaya penyaluran BBM bisa dilakukan lebih terarah.
"Kami mengoptimalkan pengiriman dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SPBU serta menjalankan suplai secara kontinu selama 24 jam. Dengan langkah ini, kami berharap proses pemulihan pelayanan BBM kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat," kata Ahad dalam keterangan resminya pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Dari sisi pasokan, kapal MT Klasogun yang membawa tambahan Pertalite dan Biosolar sudah tiba di Fuel Terminal (FT) Sanggaran pada pagi hari. Produk yang diangkut kapal ini ditargetkan bisa disalurkan pada siang hari untuk membantu memenuhi kebutuhan SPBU di tengah proses pemulihan yang sedang berjalan.
Pertamina Patra Niaga juga terus berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Bali. Koordinasi ini dilakukan untuk memperbarui informasi tentang kondisi terkini dan membahas rencana kunjungan Gubernur Bali ke SPBU. Tujuannya supaya informasi dan perkembangan penanganan di lapangan bisa selaras.
Menyikapi situasi ini, Ahad mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Ia juga meminta warga untuk mendapatkan informasi dari kanal resmi Pertamina. Keluhan atau pertanyaan terkait layanan dan produk Pertamina bisa disampaikan melalui Pertamina Contact Center di nomor 135.
Pemulihan pasokan BBM memang butuh waktu, tetapi dengan pengaturan pengiriman yang lebih terarah dan operasional yang berjalan terus-menerus, diharapkan SPBU di Bali bisa segera melayani masyarakat secara normal kembali. Kehadiran kapal pengangkut tambahan pasokan menjadi sinyal bahwa upaya penanganan sedang berjalan, meski masyarakat tetap diminta bersabar dan tidak panic buying.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Maybank Indonesia Luncurkan Fast Remittance di M2U ID Bersama NIUM
BGN Ungkap Aturan MBG saat Sekolah Terapkan PJJ
HIPMI Minta Masyarakat Tak Panik Saat IHSG Anjlok
Subsidi Elpiji Tembus Rp100 Triliun Akibat ICP Naik
Pertamina Minta Warga Tak Timbun BBM Bersubsidi di Bali
Pertamina Tambah Pasokan BBM di Bali, SPBU 24 Jam
