Peserta UTBK Undip Tertangkap Pakai Alat Elektronik

Fitri A. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Peserta UTBK Undip Tertangkap Pakai Alat Elektronik

Gambar atau konten salah?

21 April 2026Universitas Diponegoro di Semarang menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk seleksi mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi. Ujian ini merupakan bagian dari Sistem Nasional Berbasis Tes (SNBT) yang diikuti oleh calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Selama proses pendaftaran, panitia menggunakan metal detector untuk memastikan tidak ada barang logam yang dapat memengaruhi jalannya ujian. Pada saat pemeriksaan, seorang peserta perempuan terdeteksi membawa barang logam di dalam pakaiannya.

"Kalau hari ini memang dikhususkan untuk peserta-peserta yang mendaftar di kedokteran dan kedokteran gigi," ujar Wakil Rektor Universitas Diponegoro, Heru Susanto, pada hari Selasa.

Setelah pemeriksaan, Heru melanjutkan: "Kebetulan hari ini tadi pada saat skrining menggunakan metal detector, ada salah satu peserta yang terdeteksi di dalam pakaiannya itu ada metal,".

Karena peserta tersebut perempuan, panitia memanggil rekan perempuan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat itu, ditemukan alat elektronik yang terpasang di telinganya.

"Karena kebetulan peserta ini perempuan, kita mengundang panitia perempuan juga melakukan pemeriksaan," tambah Heru.

Petugas kemudian melakukan interogasi. Peserta mengakui bahwa alat bantu elektronik tersebut dimaksudkan untuk membantu pengerjaan UTBK SNBT.

"Petugas pun langsung melakukan interogasi, dan akhirnya peserta itu mengakui bahwa alat bantu elektronik yang dipasang di telinganya bertujuan untuk membantu pengerjaan UTBK SNBT," jelas Heru.

Namun, peserta tidak mau menjelaskan secara detail mekanisme alat tersebut. Heru mencatat hal tersebut.

"Tapi karena yang bersangkutan tidak mau menginformasikan secara lengkap, tentu kami tidak bisa menjelaskan sebenarnya itu alat mekanismenya seperti apa," kata Heru.

Meski begitu, peserta tetap mengakui bahwa alat itu dipasang untuk pelaksanaan ujian.

"Tetapi yang bersangkutan mengakui alat itu dipasang dalam rangka untuk pelaksanaan ujian," ujar Heru.

Proses interogasi berlangsung lama. Setelah selesai, ujian sudah berakhir.

"Akhirnya (interogasi) sampai proses selesai, ujiannya juga sudah selesai," ungkap Heru.

Alat tersebut terpasang terlalu dalam di telinga peserta, sehingga panitia harus membawa peserta ke klinik THT rumah sakit untuk diambil.

"Sehingga kemudian kami mau tidak mau akhirnya membawa ke klinik THT rumah sakit kami, untuk diambil menggunakan alat agar tidak membahayakan kesehatan," ujar Heru.

Setelah proses medis selesai, panitia menyerahkan pelaku ke Polsek Tembalang sesuai prosedur. Tanggung jawab selanjutnya menjadi kewenangan Aparat Penegak Hukum (APH).

"Pelaku tindak kecurangan kami serahkan ke Polsek Tembalang sebagaimana prosedur yang harus kami jalankan. Untuk selanjutnya, terkait pelaku kecurangan menjadi kewenangan APH," kata Heru.

Di Polsek Tembalang, Kompol Kristiyastuti Handayani mengonfirmasi kejadian tersebut.

"Sekira jam 10.30 WIB petugas Polsek Tembalang mendatangi laporan berkaitan dengan adanya peserta ujian UTBK-SNBT 2026 di Undip yang melanggar tata tertib ujian," sampaikan Kompol.

Ia menambahkan bahwa peserta membawa alat komunikasi berupa kabel sejenis handsfree. Data calon mahasiswa bersifat anonim, hanya inisial M. Peserta berasal dari luar Semarang.

"(Peserta UTBK) Membawa alat komunikasi berupa kabel sejenis handsfree. Adapun data calon mahasiswa inisial M. (Warga mana?) Dari luar Semarang," jelas Kompol.

Setelah interogasi, peserta diberi pembinaan dan pernyataan tidak mengulangi perbuatan tersebut. Karena ditemukan sebelum masuk ruangan ujian, tidak ada proses hukum lebih lanjut.

"Yang bersangkutan dilakukan pembinaan dan pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut," ujar Kompol.

Peserta kemudian dikembalikan kepada orang tua untuk dipantau. Tidak ada tindakan hukum karena kecurangan terdeteksi sebelum ujian dimulai.

"Kemudian dikembalikan kepada orang tuanya untuk dilakukan pengawasan. Tidak (diproses hukum), karena ketahuan pada saat akan masuk ruangan ujian," tambah Kompol.

Kasus ini menjadi salah satu topik yang banyak dibaca di kalangan mahasiswa dan orang tua, menyoroti pentingnya integritas dalam proses seleksi pendidikan tinggi. Penegakan prosedur ketat, seperti penggunaan metal detector dan interogasi, membantu menjaga keadilan ujian. Meskipun pelaku tidak dikenai hukuman, tindakan cepat dari panitia dan kepolisian menegaskan komitmen universitas untuk menegakkan aturan dan melindungi reputasi proses seleksi.

UTBKmetal detectoralat elektronikPolsek TembalangUniversitas DiponegorointegritaskecuranganSNBT

Komentar

Memuat komentar...