Pesulap Merah Marcel Radhival Edukasi di Keraton Gunung Kawi

Arif S. · 2 min baca · 14 hari lalu · 42 dibaca
Bisik.id
Pesulap Merah Marcel Radhival Edukasi di Keraton Gunung Kawi

Gambar atau konten salah?

Pesulap Merah Marcel Radhival datang ke Keraton Gunung Kawi, kawasan wisata di Kabupaten Malang yang terkenal dengan ritual pesugihan. Sosok ini sudah dikenal luas karena aksi vokalnya membongkar trik dukun palsu dan mitos penggandaan uang. Kedatangannya langsung menarik perhatian masyarakat dan netizen.

Di video yang diunggah ke akun media sosialnya, Marcel memulai perjalanan di situs keraton. Ia mengajak penonton menggali keterangan dari warga tentang isu pesugihan Gunung Kawi. Langkahnya di area sakral tampak membawa angin baru sekaligus menimbulkan pertanyaan tentang misi yang ia bawa.

“Sekarang saya ada di Keraton Gunung Kawi. Kita akan ngobrol‑ngobrol sama kuncen atau guide yang ada di sini. Kalau memang orang mau pesugihan, ritualnya apa, melakukan apa dan persembahannya apa,” ucap Marcel dengan gaya bicaranya yang lugas.

Berbeda dengan dugaan publik bahwa ia akan melakukan aksi pembongkaran trik secara ekstrem, Marcel lebih fokus pada sejarah dan pelurusannya. Ia menegaskan adanya perbedaan besar antara menjaga kelestarian budaya sejarah dan praktik penipuan berkedok mistis yang merugikan masyarakat.

Marcel juga mengungkapkan bahwa tujuannya datang ke Keraton Gunung Kawi adalah untuk melihat langsung bagaimana mitos dan realitas berbaur di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya masyarakat berpikir rasional tanpa kehilangan rasa hormat terhadap tempat bersejarah.

“Saya datang ke sini (Keraton Gunung Kawi) bukan untuk merusak adat, melainkan untuk mengedukasi masyarakat agar bisa membedakan mana tempat bersejarah yang harus dihormati dan mana oknum yang memanfaatkan tempat ini untuk penipuan mistis atau pesugihan abal‑abal. Berpikir logis itu perlu agar kita tidak mudah tertipu,” kata Marcel.

Respons dari pihak pengelola dan sesepuh Keraton Gunung Kawi langsung positif. Mereka menyambut baik kehadiran Marcel selagi tujuannya adalah memberikan dampak positif dan meluruskan stigma negatif yang selama ini menyelimuti Gunung Kawi sebagai pusat pesugihan. Pihak keraton berharap edukasi yang dibawa Marcel dapat mengubah sudut pandang wisatawan yang datang ke sana.

Dengan pendekatan yang sederhana namun tegas, Marcel menampilkan peran penting para penyuluh dalam membedakan fakta dan fiksi di tempat bersejarah. Ia menegaskan bahwa setiap kunjungan harus didasari pada rasa hormat dan logika, bukan pada kepercayaan tak berdasar. Pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan nilai budaya sekaligus melindungi mereka dari penipuan.

Melalui kunjungan ini, Keraton Gunung Kawi kembali menjadi tempat yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjadi ajang edukasi. Pesulap Merah berhasil menyeimbangkan antara keingintahuan publik dan perlindungan terhadap warisan budaya, menunjukkan bahwa dialog terbuka dapat mengatasi stereotip negatif yang sudah lama menempel.

Pesulap Merah Marcel RadhivalKeraton Gunung KawiPesugihanEdukasiPenipuan MistisBudaya SejarahWisata

Komentar

Memuat komentar...