Prabowo Lihat TPST Kaliori, Pujikan Teknologi Sederhana

Cahyo S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Prabowo Lihat TPST Kaliori, Pujikan Teknologi Sederhana

Gambar atau konten salah?

Prabowo Subianto mengunjungi TPST BLE Kaliori di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas pada 28 April 2026. Ia mengapresiasi sistem pengolahan sampah yang menggunakan teknologi sederhana namun efektif.

“Saya sangat terkesan dan terima kasih kepada kepala dinas. Ini suatu terobosan, inisiatif yang sangat baik. Kita lakukan pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi yang tidak terlalu canggih tapi efektif, sebagian besar produk lokal, dan dalam suatu rangkaian sistem dari rumah tangga sampai ke kabupaten,” ujar Prabowo kepada wartawan.

Sistem tersebut memanfaatkan bahan baku lokal dan proses yang mudah dipahami. Tidak memerlukan peralatan mahal, sehingga dapat diadopsi oleh banyak daerah. Prabowo menilai pendekatan ini menjadi contoh bagi penanganan sampah di tingkat nasional.

“Saya kira ini sangat efektif, menjadi contoh untuk banyak provinsi, banyak kabupaten, bahkan dari negara lain ada yang ke sini,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa gubernur telah memberi tahu bahwa beberapa kabupaten sudah mulai menerapkan sistem serupa. Pemerintah pusat akan mendukung pengembangan program ini secara luas.

“Saya juga dapat laporan dari gubernur, banyak kabupaten sudah ikut. Jadi ini nanti kita dari pemerintah pusat akan mendorong dan saya turun langsung untuk kita kembangkan, perbaiki supaya lebih efektif,” jelasnya.

Prabowo menegaskan bahwa pengolahan sampah kini menjadi prioritas nasional. Ia menargetkan Indonesia dapat mencapai kondisi bebas sampah dalam beberapa tahun ke depan.

“Pengolahan sampah sekarang menjadi prioritas nasional. Dalam dua tiga tahun kita harus kendalikan sampah seluruh Indonesia,” tegasnya.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menambahkan bahwa target Kabupaten Banyumas pada tahun 2028 adalah Zero Waste 2028. Namun, untuk mencapainya, pemkab masih membutuhkan pembangunan TPST tambahan.

“Tahun 2028, Banyumas bisa zero waste, tapi bukan too energy, too money, nyari duit. Kita masih kekurangan 15 TPST, sehingga waktu Pak Presiden tadi mau memberikan bantuan, saya yang dibantu itu TPST-nya, mudah-mudahan bisa,” terang Sadewo.

Sadewo menjelaskan bahwa satu TPST seperti TPST BLE mampu mengolah sampah sebesar 10 ton per hari. Ia berharap dengan menambah 15 TPST, Banyumas dapat mencapai target zero waste pada tahun 2028.

“Bahkan tadi dengan Pak Gubernur, untuk kabupaten-kabupaten lain dengan pola yang seperti Banyumas jangan memberikan bantuan, kalau saya tambah 15 TPST dengan kapasitas 10 ton per hari, maka tahun 2028 saya jamin di depan Pak Presiden, Banyumas zero waste, too money,” pungkasnya.

Inisiatif ini menyoroti pentingnya solusi sederhana namun terintegrasi untuk mengatasi masalah sampah. Dengan dukungan pemerintah pusat dan partisipasi aktif kabupaten, model ini berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dan bahkan di luar negeri.

Prabowo SubiantoTPST BLEsampahZero Waste 2028kabupaten Banyumaspemerintah pusatteknologi sederhana

Komentar

Memuat komentar...