Prabowo: Pangan Swasembada Indonesia Siap Jual Beras

Endah K. · 2 min baca · 19 hari lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Prabowo: Pangan Swasembada Indonesia Siap Jual Beras

Gambar atau konten salah?

Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketersediaan pangan merupakan persoalan vital bagi keberlangsungan negara. Ia menekankan bahwa Indonesia harus mampu mencapai swasembada pangan dan tidak bergantung pada impor, khususnya komoditas utama seperti beras.

Dalam peresmian 1.062 Kopdes Merah Putih yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu, 16 Mei 2026, ia mengungkapkan pandangannya melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden. “Survival bangsa bukan sekedar lebih murah di mana tapi ada atau tidak, dan akhirnya sejarah, takdir, dan kenyataan membuktikan bahwa karena kita sudah lebih dulu aman soal pangan, krisis apapun di luar negara kita relatif lebih aman,” kata Prabowo.

Prabowo menilai bahwa ketahanan pangan kini semakin penting di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu. Beberapa negara produsen pangan mulai menutup ekspor demi menjaga cadangan untuk kebutuhan domestik mereka. Kondisi ini membuat negara-negara yang selama ini bergantung pada impor akhirnya mencari pasokan beras dari Indonesia.

Ia melanjutkan, “Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita, minta beli beras dari kita. Tetangga-tetangga kita, mereka-mereka yang lebih hebat dari kita, yang menganggap dirinya lebih hebat dari kita, tapi sekarang harus datang ke Indonesia minta 'boleh nggak kita beli beras?'," ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan bahwa beberapa negara awalnya masih mencoba mencari sumber pasokan lain sebelum akhirnya menghubungi Indonesia. Situasi semakin sulit setelah India menghentikan ekspor beras, jagung, dan gandum, yang kemudian diikuti oleh Bangladesh. Ia berkata, “Ada yang masih harga diri, agar lambat mintanya. Mungkin dia berusaha beli lagi dari mana. Ternyata beberapa hari yang lalu, India mengumumkan tutup, tidak ekspor beras, jagung, gandum. India tutup. Disusul oleh Bangladesh, tutup. Akhirnya, ada juga negara-negara yang akhirnya datang juga ke kita,” sambungnya.

Prabowo mengaku sejumlah negara telah menghubungi Indonesia untuk membeli beras. Namun, dalam proses negosiasi, ada pihak yang meminta potongan harga cukup besar. Ia menegaskan, “Ingat, krisis bisa lama ini, yang utama kita amankan rakyat kita dulu. Jadi, ada juga mau beli beras, habis itu minta korting, banyak banget kortingnya,” ujarnya.

Meskipun demikian, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap siap membantu negara lain yang membutuhkan beras, asalkan kepentingan petani dalam negeri tetap terjaga. Ia meminta Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Bulog agar tidak menjual beras dengan harga terlalu murah. “Saya bilang, beri. Kalau mereka butuh, kita harus bantu. Kita jual kepada mereka, tapi harganya ya, yang oke lah. Jangan petani kita korban, ya kan? Harga harus minimal untung dikit lah. Pak Amran ya. Dirut Bulog mana? Jangan jual terlalu murah. Jangan getok tapi jangan jual terlalu murah,” tegas Prabowo.

Prabowo menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga kesejahteraan petani sekaligus memanfaatkan posisi strategis Indonesia di pasar global. Ia berharap negara lain dapat belajar dari contoh Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan.

ketahanan panganswasembadaberasPrabowo SubiantoBuloggeopolitik globalpetaniimpor

Komentar

Memuat komentar...