Prabowo Tegaskan MBG Tetap Berjalan Meski Krisis Anggaran

Rudi H. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
Prabowo Tegaskan MBG Tetap Berjalan Meski Krisis Anggaran

Gambar atau konten salah?

Surabaya, 22 Maret 2026Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program MBG (Makan Bergizi Gratis) tetap berjalan meski anggaran sedang dipadatkan akibat krisis di Timur Tengah.

Dalam sesi diskusi dengan jurnalis, ia menjawab pertanyaan tentang keberlanjutan MBG di tengah analisis biaya dan manfaat. Prabowo menyatakan, “Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang‑uang dikorupsi. Lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda nggak lihat anak‑anak yang stunting. Saya lihat, saya kampanye sekian kali saya di desa‑desa. Saya lihat anak ‘umurmu berapa?’ 11 tahun. Badannya anak 4 tahun.”

Ia menambahkan, “Saya hakulyakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat.”

Prabowo menegaskan bahwa konflik global tidak menjadi alasan menghentikan MBG. Ia menekankan masih banyak sektor lain yang bisa dihemat tanpa mengorbankan program strategis tersebut. “Jadi jangan ke arah oke ada krisis nanti kita hentikan MBG. Iya kan? Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat. Masih banyak,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa program serupa telah dijalankan di lebih dari 100 negara, dan Indonesia menjadi negara ke‑77 yang memulai program tersebut.

Prabowo mengungkapkan bahwa MBG mendapat perhatian dari lembaga internasional, termasuk Rockefeller Institute dan World Food Programme (WFP) PBB. Ia berkata, “Saya didatangi Rockefeller Institute dari Amerika Serikat datang ngecek kita punya SPPG dan dia datang ke saya, dia mengatakan, ‘This is the best investment, Mr. President, you have made the best’. Do you know why? Karena satu dolar di‑spend di MBG the return is between 7 and 35, in the long run 35, in the short run 7 dollar, dan ini dari Rockef Institute ya. Ini juga world food program dari PBB.”

Ia menilai program tersebut strategis untuk human capital bangsa. “Jadi this is strategic, ini untuk human capital kita ya. Jadi masih banyak penghematan lain yang riil yang kita bisa lakukan. Kita sudah exercise, kita sudah melakukan penghematan di banyak bidang ya,” tambahnya.

Prabowo mengakui masih ada kekurangan di lapangan. Pemerintah telah menutup lebih dari 1.000 titik layanan yang tidak memenuhi standar. “Bahwa ada kekurangan ini kita tindak. Saya sudah katakan ada 1.000 lebih yang sudah kita tutup. Iya kan? Tapi you lihat itu dan di banyak daerah di luar Jawa ya mereka tuh sangat membutuhkan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan masalah kebersihan, di mana beberapa orang membawa makanan pulang. “Tapi yang sedih kalau dia bungkus untuk bawa pulang. Nah, tapi ini ini juga ya bagaimana kita harus yakinkan mereka cuci tangan kalau mau makan pakai tangan. Ini kita sudah bagi sendok‑sendok plastik tapi ya. Tapi benar pelanggaran kita kejar,” lanjutnya.

Prabowo menyoroti ketimpangan ekonomi yang masih dirasakan banyak masyarakat, khususnya di luar Pulau Jawa. “Jadi saya kira we are we are strong country ya. Kita saya tidak mau nina bobo, saya tidak mau kasih bagus‑bagus. Kita siap untuk yang paling... tapi rakyat kita sebagian besar sudah terlalu lama tidak menikmati kebaikan daripada ekonomi kita. Sudah terlalu lama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sebagian besar rakyat masih berjuang, sementara 10‑20% atas pendapatan mungkin menikmati. “Can you imagine begitu bahagianya mereka terima? Kalau anak orang kaya yang di Menteng ya dia nggak perlu ini,” imbuhnya.

Program MBG tetap dijaga meski krisis global, pemerintah fokus pada penghematan di sektor lain, sambil menutup layanan tidak standar dan menekankan pentingnya dukungan bagi daerah luar Jawa.

MBGPrabowo SubiantoKrisis Timur TengahRockefeller InstituteWorld Food ProgrammeHuman CapitalPenghematan Sektor

Komentar

Memuat komentar...