Prank Ulang Tahun Medan Berujung Radang Otak Remaja

Sigit W. · 2 min baca · 26 hari lalu · 52 dibaca
Bisik.id
Prank Ulang Tahun Medan Berujung Radang Otak Remaja

Gambar atau konten salah?

Di kota Medan, sebuah prank ulang tahun yang viral di media sosial menimbulkan kontroversi ketika korban mengalami radang otak. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang hubungan antara tekanan mental dan kondisi otak.

Psikolog klinis Sairah menjelaskan bahwa tekanan psikologis berat memang dapat memengaruhi tubuh secara signifikan. Menurutnya, stres, rasa takut, trauma, dan tekanan sosial yang ekstrem dapat menurunkan fungsi tubuh dan otak.

“Iya, tentu. Secara ilmiah, memang tekanan psikologis berat itu memiliki dampak ya, dampak serius pada tubuh dan fungsi otak. Stres akademik ataupun stres kerja yang ekstrim, kemudian rasa malu, ketakutan, ada traumatik, tekanan sosial yang ekstrim,” ujarnya.

Sairah menambahkan bahwa kondisi mental seperti depresi hingga kecemasan berat dapat melumpuhkan bagian sistem otak. Ia menekankan bahwa otak memiliki area yang sangat terkait dengan kesehatan mental.

“Nah seperti depresi, kecemasan berat bisa sangat melumpuhkan bagian sistem di otak kita karena ada di sistem otak kita ini yang terkait dengan masalah mental kita,” lanjutnya.

Walaupun secara medis radang otak biasanya disebabkan oleh infeksi atau gangguan fisik tertentu yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, stres berat dapat memperburuk kondisi tubuh. Hal ini terjadi melalui penurunan sistem imun, yang pada gilirannya menurunkan fungsi saraf dan kesehatan secara drastis.

“Nah, namun perlu dipahami ya, radang otak yang secara medis yang disebabkan oleh infeksi atau gangguan tertentu itu juga perlu pemeriksaan, pemeriksaan dari dunia medis, kedokteran. Jadi kalau stres berat dapat memperburuk kondisi tubuh dan mempengaruhi sistem imun, sehingga fungsi saraf menjadi turun dan kesehatan juga akan menurun secara drastis,” ujarnya.

Di kalangan remaja, tekanan yang berasal dari media sosial—seperti perundungan atau prank berlebihan—dapat menjadi sangat berbahaya. Kondisi fisik dan emosional remaja masih dalam tahap perkembangan, sehingga mereka lebih rentan terhadap dampak negatif.

“Nah, pada anak-anak remaja, tekanan-tekanan sosial seperti bullying ya, perundungan, atau prank yang berlebihan, itu sangat berbahaya secara kondisi emosional maupun secara fisik karena memang masih di tahap perkembangan, masih berkembang masalah kognitifnya, masalah emosionalnya, masalah sosialnya, itu masih pada tahapan perkembangan pada remaja,” tutupnya.

Prank di media sosial dapat menimbulkan stres berat yang berdampak pada kesehatan mental dan fisik, termasuk risiko radang otak, terutama pada remaja yang masih dalam proses perkembangan tubuh dan pikiran.

prank ulang tahunradang otaktekanan psikologisstreskesehatan mentalmedia sosialremaja

Komentar

Memuat komentar...