Presiden Prabowo, Teddy Tinjau Gudang BULOG di Magelang
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Jaya meninjau langsung Kompleks Gudang BULOG Danurejo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada hari Sabtu, 18 April 2025. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi cadangan pangan nasional.
Dalam keterangan tertulis yang diterbitkan pada Minggu, 19 April 2025, Teddy menyatakan, "Bapak Presiden ingin memastikan secara langsung bahwa cadangan pangan kita, khususnya beras, berada dalam kondisi aman dan siap didistribusikan kepada masyarakat." Kata ini menegaskan perhatian langsung Presiden terhadap stok beras.
Kompleks Gudang BULOG Danurejo terdiri dari dua unit bangunan dengan kapasitas total 7.000 ton. Saat ini, gudang tersebut terisi penuh, menandakan kesiapan stok yang sangat baik untuk mendukung kebutuhan di Kota dan Kabupaten Magelang.
Seiring dengan tingginya realisasi penyerapan sejak awal tahun 2026, tingkat keterisian gudang BULOG mengalami peningkatan signifikan. BULOG kini mengelola sekitar 1.540 unit gudang milik sendiri dengan kapasitas riil sebesar 3.061.484 ton, yang telah teroptimalkan dalam mendukung penyimpanan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Untuk mengantisipasi peningkatan volume stok, BULOG mengambil langkah strategis dengan menambah kapasitas penyimpanan melalui pemanfaatan gudang filial (non‑BULOG). Hingga saat ini, tercatat 1.254 unit gudang filial dengan kapasitas riil sebesar 2.686.215 ton telah digunakan guna memastikan seluruh stok tersimpan dengan baik, aman, serta tersebar merata di berbagai wilayah.
Posisi stok beras BULOG saat ini mencapai 4.881.105 ton setara beras. Angka ini menunjukkan kesiapan stok yang sangat baik untuk mendukung kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat peran BULOG dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa optimalnya keterisian gudang merupakan cerminan keberhasilan penugasan pemerintah dalam penyerapan hasil produksi dalam negeri. Ia menambahkan, "Dengan target penyerapan yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar 4 juta ton setara beras, kegiatan penyerapan ini dilaksanakan langsung oleh jajaran Kanwil dan Kantor Cabang BULOG melalui pola jemput bola, turun langsung ke sawah, titik panen, hingga penggilingan padi di berbagai wilayah Indonesia."
BULOG juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung kondisi stok beras di gudang. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik bahwa cadangan pangan nasional dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel serta siap didistribusikan secara merata ke seluruh wilayah Indonesia.
Inspeksi ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, memastikan cadangan beras aman, dan menjaga stabilitas pasokan serta harga beras bagi seluruh rakyat Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Berita Terbaru
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
