Program Cetak Sawah Ogan Ilir Terancam Gagal Tanam
Gambar atau konten salah?
Di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, program cetak sawah yang menargetkan 1.100 hektare lahan kini berada di ambang gagal tanam. 1.100 hektare lahan tersebut terancam tidak dapat ditanami karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Keadaan ini terungkap dalam Rapat Paripurna DPRD Ogan Ilir. Ketua Komisi II, Amir Hamzah, menyatakan bahwa kegagalan tersebut telah dibenarkan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir. Ia berkata, “Kita akan panggil Kadis Pertanian info kami dapat 1.100 hektare sawah terancam gagal tanam dan ini dibenarkan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir,” kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).
Amir menjelaskan bahwa saat ini sekitar 3.000 hektare lahan sedang digarap dalam program cetak sawah. Namun, sebagian lahan mengalami kendala akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan debit air meningkat dan merendam area persawahan. Genangan air membuat lahan yang sudah digarap tidak dapat ditanami, dan hal itu juga berdampak pada pencairan anggaran untuk lahan yang belum berhasil diolah. Ia menambahkan, “Akibat kegagalan tersebut, anggaran untuk lahan yang belum berhasil diolah pun tidak dapat dicairkan,” ungkapnya.
Selain faktor cuaca, Amir menilai kegagalan tersebut juga dipicu kurang matangnya perencanaan teknis oleh tim pelaksana. Salah satu contoh terletak di Desa Tanjung Sejaro, Kecamatan Indralaya, di mana lahan yang telah dikerjakan justru terendam air. Ia menyatakan, “Bahkan, tanggul irigasi yang dibangun di lokasi tersebut ikut tenggelam akibat tingginya debit air akibat kurang matangnya perencanaan teknis oleh tim pelaksana,” jelasnya.
Komisi II DPRD Ogan Ilir berencana memanggil Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir untuk membahas persoalan tersebut. Amir menutup rapat dengan kata, “kami akan bahas terkait kendala dan penuntasannya ke depan agar program cetak sawah di Ogan Ilir berhasil,” tutupnya.
Program cetak sawah ini menargetkan konversi lahan menjadi persawahan, namun kondisi hujan ekstrem dan perencanaan yang kurang matang menghambat pencapaian target. Dampak finansialnya terlihat pada anggaran yang belum dapat dicairkan, menandakan perlunya evaluasi dan perbaikan strategi pelaksanaan di masa mendatang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
442 Jemaah Haji Kloter 14 Tiba di Palembang, 200 Lebih Berisiko Tinggi
Bank Jambi ajukan izin buka M-Banking ke BI
Turnamen Mobile Legends Polres Banyuasin seleksi atlet e-sport
Polres Muba Kunjungi Anak Hidrosefalus, Bawa Bantuan Kemanusiaan
Polres Bangka Barat mulai bangun dua rumah korban kebakaran
Empat Rumah Hangus di Pagar Alam, Diduga Korsleting Listrik
Berita Terbaru
Cuaca Surabaya Cerah, Suhu 25-31°C
Belgia vs Iran Imbang 0-0 di Babak Pertama, Gol Taremi Dianulir
Soma Kliwon Kuningan: Hari Ini Tidak Baik untuk Upacara Ngaben
Jadwal Shalat Denpasar 22 Juni 2025: Subuh Pukul 05:10
Oceanman 2026 di Bali Ditutup, 27 Negara Ikut Bertanding
Spanyol Hancurkan Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama
Iran Tutup Selat Hormuz, Serang Balik Israel di Lebanon
297 Tim Finali LTS Greater Jakarta 2026, 2.477 Laga Usai
Empat Kebiasaan Sepele Ini Diam-diam Merusak Jantung
