Puasa 1‑9 Dzulhijjah: Nilai, Keutamaan, dan Pahala Besar
Gambar atau konten salah?
Puasa 1‑9 Dzulhijjah merupakan amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam. Ibadah ini dianggap sangat mulia karena dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, yang memiliki banyak keutamaan.
Rekomendasi puasa ini bersumber dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ust. Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid. Ia mengutip riwayat yang menjelaskan asal usul puasa Dzulhijjah.
Ummul Mu'minin Hafsah menuturkan, “Sesungguhnya, Rasulullah SAW berpuasa Asyura, sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, dan tiga hari pada setiap bulan.” (HR. Abu Dawud) Hadis ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri menunaikan puasa pada hari-hari tersebut.
Puasa 1‑9 Dzulhijjah terbagi menjadi tiga bagian: puasa tanggal 1‑7, puasa Tarwiyah pada tanggal 8, dan puasa Arafah pada tanggal 9. Ketiga bagian ini saling melengkapi satu sama lain.
Berikut niat puasa yang dapat dibaca pada malam hari, sesuai kutipan dari laman Kementerian Agama dan buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya karya Khalifa Zain Nasrullah:
- Untuk puasa 1‑7: نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذُوالْحِجَّةٌ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى – “Aku berniat puasa bulan Dzulhijjah, sunnah karena Allah Ta’ala.”
- Untuk puasa 8 (Tarwiyah): نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى – “Saya berniat melakukan puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
- Untuk puasa 9 (Arafah): نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى – “Aku berniat puasa ‘Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Selain malam, niat puasa juga dapat dibaca pada siang hari sebelum matahari terbenam. Berikut bacaan niat siang:
- Untuk puasa 1‑7: نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِى الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى – “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta’ala.”
- Untuk puasa 8 (Tarwiyah): نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى – “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah Ta’ala.”
- Untuk puasa 9 (Arafah): نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى – “Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah Ta’ala.”
Puasa 1‑9 Dzulhijjah dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan. Buku Puasa Sepanjang Tahun karya Yunus Hanis Syam menyatakan bahwa puasa di sepuluh hari awal Dzulhijjah sebanding dengan puasa setahun. Rasulullah SAW bersabda:
“Tiada hari yang paling disenangi oleh Allah SWT waktu Dia disembah pada hari itu, daripada sepuluh awal bulan Dzulhijjah, berpuasa setiap hari pada sepuluh awal bulan itu, nilainya sebanding dengan puasa setahun, dan beribadah/shalat setiap malam sepuluh awal bulan itu, nilai sama dengan ibadah/shalat pada malam kemuliaan/Lailatul Qadar.”
Setiap hari di tanggal 1‑9 Dzulhijjah memiliki keutamaan khusus. Berikut penjelasan singkatnya:
- Hari Pertama Dzulhijjah – Allah SWT mengampuni dosa orang yang berpuasa di hari ini, karena pada tanggal 1 Dzulhijjah Allah mengampuni Nabi Adam AS.
- Hari Kedua Dzulhijjah – Allah SWT mengeluarkan Nabi Yunus AS dari perut ikan. Puasa di hari ini setara ibadah setahun dan membersihkan maksiat.
- Hari Ketiga Dzulhijjah – Allah SWT mengabulkan doa Nabi Zakaria. Puasa di hari ini menjanjikan doa dikabulkan.
- Hari Keempat Dzulhijjah – Hari lahir Nabi Isa AS. Puasa di hari ini menghilangkan kesusahan dan kefakirannya, serta menempatkan pemakainya di barakatsul Kiraa‑mil Bararah pada kiamat.
- Hari Kelima Dzulhijjah – Nabi Musa AS dilahirkan ke dunia. Puasa di hari ini menyingkirkan sifat nifak dan siksa kubur.
- Hari Keenam Dzulhijjah – Allah membuka kebaikan bagi Nabi‑Nya. Puasa di hari ini memunculkan rahmat dan menghindari siksaan abadi.
- Hari Ketujuh Dzulhijjah – Semua pintu neraka jahanam ditutup sampai habis sepuluh awal bulan. Allah membuka 30 pintu kebaikan dan menutup 30 pintu kesulitan bagi yang berpuasa.
- Hari Kedelapan Dzulhijjah (Tarwiyah) – Puasa di hari ini diberikan pahala terbesar oleh Allah.
- Hari Kesembilan Dzulhijjah (Arafah) – Puasa di hari ini menebus dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang. Pahala puasa setara 60 tahun. Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa yang puasa pada hari Arafah/tanggal 9 Dzulhijjah, maka Allah menulis baginya pahala ibadah puasa selama 60 tahun. Dan Allah menentukannya termasuk orang-orang yang taat.”
Hari ke-9 ini juga menurunkan ayat terakhir dalam Al‑Qur’an, yaitu Al‑Maidah ayat 3:
اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ – “Pada hari (Arafah) ini, Aku (Allah SWT) sempurnakan bagimu agamamu dan Aku cukupkan nikmat-Ku untukmu, dan Aku ridhai Islam menjadi agamamu.”
Dengan memahami niat dan keutamaan puasa 1‑9 Dzulhijjah, umat dapat melaksanakan amalan ini dengan penuh kesadaran. Puasa ini tidak hanya menambah pahala, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Melalui puasa, kita menutup pintu dosa, membuka pintu kebaikan, dan mempersiapkan diri untuk hari kiamat. Puasa 1‑9 Dzulhijjah menjadi sarana sederhana namun bermakna bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas ibadahnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Weton Tulang Wangi: Tradisi Penanggalan Jawa Tetap Ada
Cek Bansos: Aplikasi Monitoring Bantuan Sosial di Ponsel
Doa Akhir Tahun 1448 H Dibaca Setelah Ashar 15 Juni 2026
1 Muharram 1448 H: 16 Juni 2026, Momen Amal dan Refleksi
Berita Terbaru
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
