Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026: Jadwal dan Keutamaan

Rini S. · 3 min baca · 21 hari lalu · 243 dibaca
Bisik.id
Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026: Jadwal dan Keutamaan

Gambar atau konten salah?

Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah adalah dua ibadah sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Dzulhijjah. Umat Islam disarankan memperbanyak amalan saleh pada bulan terakhir ini, karena puasa‑puasa tersebut memiliki keutamaan yang luar biasa. Jika seorang muslim melewatkannya, maka ia kehilangan kesempatan untuk memperoleh pahala yang besar.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah. Menurut Universitas KH A Wahab Hasbullah, puasa ini disunahkan untuk mengenang kisah ketaatan Nabi Ibrahim (AS) ketika dia mematuhi perintah Allah. Kata “Tarwiyah” sendiri berarti merenung atau berpikir, sehingga puasa ini mengajak kita untuk merenungkan nilai keimanan dan kesabaran.

Sementara itu, Puasa Arafah dilakukan pada 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Idul Adha. Puasa ini dianjurkan bagi muslim yang belum atau tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Pada hari ini, wukuf di Arafah menjadi puncak pelaksanaan haji, namun puasa Arafah tidak disunahkan dan bahkan dimakruhkan bagi yang sedang haji.

Berikut keutamaan masing‑masing puasa, lengkap dengan dalilnya yang diambil dari buku “Tata Cara dan Tuntunan Segala Jenis Puasa” karya Nur Solikhin.

  • Keutamaan Puasa Tarwiyah
    • Puasa Tarwiyah dapat menghapuskan dosa satu tahun. Beberapa ulama menilai hadits yang mendasari ini lemah, namun tetap disarankan sebagai amal yang memperoleh keutamaan.
    • Berpuasa pada tanggal 8 termasuk dalam sepuluh hari pertama Dzulhijjah, yang dianggap istimewa. Ibnu Abbas (RA) berkata, “Tidak ada satu hari ketika amal shalih lebih disukai oleh Allah SWT dari pada sepuluh dari permulaan Dzulhijjah.” (HR. Bukhari). Ketika sahabat bertanya tentang perbandingan dengan berjuang di jalan Allah, beliau menjawab, “Walaupun dibandingkan dengan berjuang di jalan Allah SWT, kecuali seorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, kemudian ia tidak menginginkan balasan apa pun dari yang telah dikorbankannya.” (HR. Bukhari).
  • Keutamaan Puasa Arafah
    • Melebur dosa setahun lalu dan yang akan datang. Abu Qatadah (RA) berkata, “Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, kemudian beliau menjawab bahwa puasa itu melebur dosa satu tahun yang telah berlalu dan yang akan datang.” (HR. Muslim). Namun, orang yang menjalankannya tetap harus melaksanakan ibadah lain.
    • Pembebasan dari api neraka. Hadits riwayat Imam Muslim menyebutkan, “Diantara hariyang Allah Swt. banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada malaikat. Kemudian, Allah berfirman, 'Apa yang diinginkan oleh mereka?'” (HR. Muslim). Pembebasan ini tidak hanya untuk jamaah haji, tetapi juga bagi kaum muslimin yang tidak haji.
    • Dikabulkannya doa. Rasulullah (SAW) bersabda, “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan, sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para nabi sebelumku, adalah ucapan 'Laa ilaha illallah wahdahu laa syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kuli syai-in qadiir'.” (HR. Tirmidzi). Doa yang ditujukan pada hari ini memiliki peluang tinggi untuk terkabul.

Jadwal pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah pada tahun 2026 telah ditetapkan secara resmi. Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa 1 Dzulhijjah 1447 jatuh pada 18 Mei 2026. Dengan demikian, 8 dan 9 Dzulhijjah akan bertepatan dengan 25 dan 26 Mei 2026.

Berikut jadwalnya:

  • Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah 1447: Senin, 25 Mei 2026
  • Puasa Arafah 9 Dzulhijjah 1447: Selasa, 26 Mei 2026

Setiap puasa dimulai dengan niat. Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah dan Arafah dalam bahasa Arab dan Latin.

Niat Puasa Tarwiyah

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Latin: Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: “Saya berniat puasa tarwiyah sunnah karena Allah.”

Niat Puasa Arafah

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Latin: Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: “Saya berniat puasa Arafah sunnah karena Allah.”

Seperti puasa pada umumnya, niat dapat dibacakan pada malam hari sebelum fajar. Namun, karena kedua puasa ini bersifat sunnah, niat masih dapat dilakukan pada pagi hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Dengan mengikuti jadwal dan melaksanakan niat sesuai arahan, umat Islam dapat memperoleh keutamaan yang dijanjikan. Puasa Tarwiyah dan Arafah bukan sekadar menahan lapar, melainkan juga mendorong refleksi spiritual dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.

Keutamaan puasa ini menegaskan pentingnya konsistensi dalam ibadah. Melalui puasa Tarwiyah, seseorang dapat merenungkan ketaatan Nabi Ibrahim (AS) dan menghapus dosa. Puasa Arafah, di sisi lain, memberikan kesempatan bagi yang belum haji untuk memperoleh pembebasan dari neraka dan doa yang dikabulkan. Kedua puasa ini menambah nilai spiritual bagi muslim yang melaksanakannya secara sungguh-sungguh.

Puasa TarwiyahPuasa ArafahDzulhijjahKeutamaanNabi IbrahimNerakaDoaHaji

Komentar

Memuat komentar...