Puluhan Karyawan MBG di Cilacap Adukan Dukungan, Bukan Protes

Ika P. · 3 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Puluhan Karyawan MBG di Cilacap Adukan Dukungan, Bukan Protes

Gambar atau konten salah?

Di tengah alun-alun Cilacap, puluhan karyawan yang menjadi bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) berkumpul. Mereka tidak datang untuk protes keras. Sebaliknya, mereka menyuarakan dukungan. Aksi damai ini digelar pada Senin, 22 Juni 2026, dengan satu pesan utama: program ini harus terus berjalan.

Bagi mereka, MBG bukan sekadar soal makanan gratis untuk anak sekolah. Lebih dari itu, program ini telah menjadi sumber penghidupan bagi banyak warga. Eti Nurlina, salah satu karyawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangkandri, menjelaskan dengan gamblang. "Kami mengharapkan agar program MBG ini berlanjut karena bagi kami program MBG ini sangat penting dan sangat berpengaruh, terutama untuk sektor ekonomi," ujarnya kepada wartawan.

Eti tidak berbicara dalam istilah rumit. Ia menggambarkan dampak nyata yang ia lihat setiap hari. "Dengan adanya program MBG banyak tenaga kerja yang diserap. Anak-anak yang baru lulus juga banyak yang bisa langsung bekerja tanpa harus keluar kota. Jadi manfaatnya sangat terasa untuk ekonomi masyarakat," katanya.

Menurut Eti, hampir semua tenaga kerja di SPPG Karangkandri berasal dari lingkungan sekitar. Artinya, uang yang dihasilkan dari program ini langsung berputar di komunitas yang sama. "Kami jadi bisa membantu keluarga mendapatkan pemasukan meskipun tidak banyak," tambahnya.

Ada satu kekhawatiran yang mengemuka: masa libur sekolah. Selama libur, distribusi MBG sempat menyesuaikan. Tapi para pekerja berharap program ini tidak berhenti setelah libur usai. "Kami berharap tetap lanjut. Untuk kami yang ekonominya di bawah, program ini sangat membantu," kata Eti.

Dari sisi pemerintah daerah, responsnya jelas. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, langsung mengapresiasi aksi damai ini. "Saya mengapresiasi aksi damai yang tidak anarkis dan tetap menjaga ketertiban. Aspirasi yang disampaikan sebetulnya sudah sejalan dengan sikap Pemerintah Kabupaten Cilacap bahwa kami juga akan memastikan program MBG tetap berlanjut di Kabupaten Cilacap," kata Ammy.

Ammy juga menanggapi kritik yang muncul terhadap program MBG. Ia melihatnya sebagai bagian dari demokrasi yang sehat. "Apa yang mereka perangi bukan programnya, tetapi korupsinya. Itu juga sejalan dengan pemerintah daerah, bagaimana memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran," ujarnya.

Untuk memastikan program berjalan bersih, pemerintah daerah telah membentuk paguyuban mitra MBG. Kelompok ini akan menjadi mitra resmi dalam mengawasi pelaksanaan program. Pengawasan mencakup kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) hingga kualitas gizi makanan yang disalurkan.

Ammy menekankan, manfaat MBG tidak hanya untuk siswa yang menerima makanan. "Petani bisa langsung menjual berasnya, pemilik kebun bisa memasok hasil panennya ke SPPG, pasar yang sebelumnya sepi sekarang mendapat banyak pesanan bahan baku. Ekonomi berjalan," ungkapnya.

Data dari Pemerintah Kabupaten Cilacap menunjukkan, satu SPPG rata-rata melibatkan 40 hingga 50 relawan dan tenaga kerja. Dengan sekitar 200 SPPG yang beroperasi di Cilacap, program ini diperkirakan telah menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja. "Itu jumlah yang signifikan dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat Kabupaten Cilacap. Karena itu kami pastikan program MBG di Kabupaten Cilacap akan tetap berlanjut dan pelaksanaannya akan kami atur sebaik mungkin," tegas Ammy.

Program Makan Bergizi Gratis di Cilacap telah menjadi lebih dari sekadar program pemerintah. Ia telah menjadi rantai ekonomi yang menghubungkan petani, pemilik kebun, pasar, dan tenaga kerja lokal. Bagi para karyawan yang turun ke alun-alun, program ini bukan hanya soal gizi anak-anak, tapi juga soal keberlangsungan hidup mereka sendiri.

program MBGtenaga kerjaekonomi masyarakatdukunganpemerintah daerahCilacap

Komentar

Memuat komentar...