Puskesmas Kuta Selatan II Jadi Fokus Pembangunan Badung

Yanto K. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Puskesmas Kuta Selatan II Jadi Fokus Pembangunan Badung

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Kabupaten Badung sedang mempercepat penyelesaian Puskesmas Kuta Selatan II di Desa Pecatu. Pembangunan ini kini berada di tahap kedua, setelah fase pertama selesai. Penambahan fasilitas ini dianggap penting karena Kecamatan Kuta Selatan hanya memiliki satu puskesmas, padahal jumlah penduduknya sudah melampaui 120.000 jiwa.

Bagus Padma Puspita, Kepala Dinas Kesehatan Badung, menyatakan, “Di Kuta Selatan itu sedikit lagi melanjutkan tahap duanya, yang kami upayakan di akhir tahun ini sudah bisa beroperasi. Harapan kami pariwisata kami tetap lancar, tidak terdampak geopolitik sehingga anggaran kegiatan produktif untuk masyarakat ini tidak terdampak.” Ia mengucapkan hal tersebut pada Kamis, 16 April 2026.

Menurut Bagus Padma, idealnya Kuta Selatan harus memiliki minimal tiga puskesmas jika mengacu pada jumlah penduduknya. Saat ini hanya satu puskesmas yang beroperasi, sementara Puskesmas II di Pecatu masih dalam tahap pembangunan. Ia menegaskan, “Ini adalah aspirasi warga setempat agar ada satu Puskesmas lagi dan ini cukup besar. Harapan kami, warga Pecatu, Ungasan dan sekitarnya bisa memanfaatkan Puskesmas baru ini sehingga mendukung upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perorangan (UKP).”

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Badung juga merencanakan pembangunan Puskesmas Kuta Utara II di Desa Tibubeneng. Menurut data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Kecamatan Kuta Utara mencapai 89.990 jiwa pada 2024. Bagus Padma menjelaskan, “Kuta Utara dengan jumlah penduduknya yang padat baru punya satu Puskesmas, maka tahun ini kami mendapat anggaran pembangunan di Tibubeneng. Arahan pimpinan, keinginan juga bisa dibangun pos terpadu seperti pemadam kebakaran, BPBD dan lainnya karena wilayah ini menyangga dua daerah pariwisata yg memerlukan reaksi cepat jika terjadi sesuatu.”

Program Bupati Badung menargetkan perbaikan infrastruktur jalan di sekitar proyek di Kuta Utara untuk mengatasi kemacetan. Pembangunan puskesmas akan dimundurkan beberapa meter guna memberi ruang bagi akses publik yang lebih luas. Bagus Padma menambahkan, “Di shortcut Canggu itu, Puskesmas dan tentunya akan diikuti yang lain untuk mundur tiga meter sehingga jalan penghubung Batu Bolong ke Tibubeneng yang tembus ke Berawa menjadi lebih besar dan diharapkan akan mengurangi kemacetan di sana.”

Selain infrastruktur fisik, Dinas Kesehatan Badung mendorong digitalisasi layanan melalui aplikasi Badung Sehat. Aplikasi ini bertujuan agar data pasien di seluruh puskesmas saling terkoneksi. Saat ini, sistem tersebut sudah menyentuh empat puskesmas dan ditargetkan segera menjangkau seluruh wilayah. Bagus Padma menyatakan, “Kami ingin semua Puskesmas terdigitalisasi sehingga kami bisa tahu data warga yang sakit hingga tingkat banjar agar target sasarannya tepat. Dengan sistem ini, kami tidak lagi bekerja berdasar perkiraan melainkan data, termasuk memantau program yang sudah dirilis pak bupati misalnya pasien home care, BEST secara terarah lewat layanan 24 jam, penghargaan Usia Harapan Hidup dan lainnya.”

Dengan langkah-langkah tersebut, Badung berupaya memperkuat layanan kesehatan di wilayahnya sambil menanggapi kebutuhan pariwisata dan infrastruktur. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata yang stabil.

Puskesmas Kuta Selatan IIBadungPariwisataInfrastruktur JalanDigitalisasi Layanan KesehatanBadung SehatPuskesmas Kuta Utara II

Komentar

Memuat komentar...