Putri Wakil Gubernur Bali Nikah Adat dengan DPRD Banyuwangi
Gambar atau konten salah?
Putri bungsu Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menikah secara adat dengan anggota DPRD Banyuwangi, Bagus Amerta Dewa, pada hari Rabu, 27 Mei 2026. Acara berlangsung di kediaman Giri Prasta di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung.
Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti rangkaian acara. Musik tradisional Bali mengiringi kedatangan rombongan mempelai pria yang membawa seserahan. Prosesi dilanjutkan dengan tukar cincin dan sungkeman di hadapan orang tua. Giri Prasta menulis di akun Instagram pribadinya: “Selamat menempuh hidup baru, Anandaku! Semoga perjalanan kalian dalam membangun bahtera rumah tangga selalu berkesan dan menguatkan rasa cinta antara kalian sampai maut memisahkan.”
Sundari Dewi membalas doa sang ayah melalui kolom komentar: “Sehat‑sehat bapak ajak memek (ibu).”
Berbagai pejabat pemerintah Kabupaten Badung turut hadir. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, dan Wakil Bupati, Bagus Alit Sucipta, datang memberikan ucapan selamat secara langsung. Adi Arnawa menulis di media sosialnya: “Selamat menempuh hidup baru untuk Bagus Amerta Dewa dan Sundari Dewi, semoga langgeng.”
Bagus Amerta Dewa lahir pada 1997 dan kini berkarier di legislatif Jawa Timur. Pada Pemilu 2024, ia mengamankan kursi DPRD Banyuwangi dari Daerah Pemilihan 3, yang meliputi Kecamatan Muncar dan Tegaldlimo, dengan 9.979 suara.
Sundari Dewi, lahir 1999, dikenal sebagai influencer, bintang iklan, dan brand ambassador. Ia pernah menjadi duta daerah dalam pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) di Jalan Puputan Renon, Denpasar, pada 2022.
Hubungan asmara Sundari Dewi sebelumnya menjadi sorotan publik ketika kisah cintanya dengan mantan pemain Bali United, Komang Tri Arta Wiguna, dikabarkan kandas. Kedekatan antara Sundari Dewi dan Bagus Amerta mulai menarik perhatian publik setelah keduanya mengunggah foto bersama pada perayaan hari pangerupukan menjelang Nyepi pada Maret 2026. Hubungan mereka kemudian terjawab setelah pasangan itu membagikan foto prapernikahan mengenakan pakaian adat Bali pada Mei 2026.
Acara pinangan ini menandai perpaduan tradisi Bali dengan dinamika politik modern. Keluarga besar kedua mempelai hadir, menegaskan dukungan emosional dan sosial. Kehadiran pejabat daerah menambah nuansa resmi, sekaligus menandai hubungan antara dunia politik dan budaya lokal. Dengan latar belakang politik dan media, pasangan ini menempatkan diri di persimpangan antara publik dan kehidupan pribadi, menandai langkah baru dalam perjalanan hidup mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
