Rajiv Sosialisasi Transparansi Distribusi Pupuk Bersubsidi

Rizki W. · 2 min baca · 28 hari lalu · 38 dibaca
Bisik.id
Rajiv Sosialisasi Transparansi Distribusi Pupuk Bersubsidi

Gambar atau konten salah?

Rajiv, anggota Komisi IV DPR RI, menegaskan pentingnya transparansi dalam distribusi pupuk bersubsidi saat melakukan sosialisasi di Kecamatan Pacet dan Majalaya, Kabupaten Bandung. Acara ini berlangsung selama dua hari, di mana kelompok tani, penyuluh pertanian, pemilik kios pupuk, dan distributor pupuk hadir bersama.

“Kita ingin memastikan alur distribusi dari produsen sampai ke tangan bapak dan ibu sebagai penerima itu transparan, jelas, dan harus bisa kita awasi bersama. Tidak boleh ada lagi yang ditutupi-tutupi. Aturan harus jelas supaya tidak ada lagi permainan di lapangan yang merugikan petani,” ujar Rajiv di hadapan peserta sosialisasi pada hari 07 Mei 2026.

Selama sesi tersebut, Rajiv menegaskan bahwa bimbingan teknis merupakan bagian dari upaya memperkuat pemahaman semua pihak terkait mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi. Ia menekankan agar proses tersebut berjalan lebih tepat sasaran, terbuka, dan dapat diawasi bersama.

Rajiv menambahkan, kegiatan sosialisasi bersama Pupuk Indonesia merupakan bentuk perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi yang melibatkan semua pihak, baik pemerintah, distributor, kios, maupun masyarakat tani sebagai penerima manfaat. “Kami akan terus mendorong dan mendukung program pemerintah untuk perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi. Kegiatan sosialisasi dengan Pupuk Indonesia ini sebagai jawaban untuk mengurai berbagai keluhan yang disampaikan petani,” ungkapnya.

Ia juga menyatakan bahwa sosialisasi menjadi ruang dialog antara petani dan pihak terkait. Di sana, petani dapat menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini terjadi dalam proses penebusan pupuk bersubsidi di lapangan.

Politisi Partai NasDem ini menyoroti salah satu masalah yang paling sering disampaikan petani terkait ketersediaan pupuk di kios penyalur. “Masih ada petani yang menyampaikan, ‘sudah terdaftar di e‑RDKK dan sudah punya kartu tani, tetapi ketika akan menebus pupuk bersubsidi di kios justru mendapat jawaban stok habis atau barang belum datang.’ Kondisi seperti ini tentu harus menjadi perhatian dan dibenahi bersama,” ujar anggota DPR RI yang akrab disapa Kang Rajiv.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemahaman mengenai mekanisme distribusi pupuk bersubsidi semakin meningkat. Koordinasi antar pihak diharapkan menjadi lebih baik, sehingga penyaluran pupuk dapat berjalan lebih efektif dan manfaatnya dirasakan secara nyata oleh para petani, khususnya di Kabupaten Bandung.

Perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi diharapkan dapat mengurangi ketidakpastian stok, memperjelas prosedur penebusan, dan memastikan bahwa bantuan yang dirancang untuk petani dapat mencapai tujuan akhirnya. Dengan keterlibatan semua pemangku kepentingan, langkah ini diharapkan membawa perubahan positif bagi sektor pertanian di wilayah tersebut.

Pupuk bersubsiditransparansi distribusisosialisasipetaniKecamatan PacetKabupaten BandungPupuk Indonesiatata kelola

Komentar

Memuat komentar...