Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan

Wulan M. · 3 min baca · 58 menit lalu · 31 dibaca
Bisik.id
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan

Gambar atau konten salah?

Rasa terbakar di dada sering kali menjadi sinyal yang menakutkan. Banyak orang mengira gejala ini selalu berkaitan dengan masalah jantung, padahal bisa berasal dari berbagai kondisi tubuh. Meski beberapa penyebabnya tidak berbahaya, rasa sakit tersebut tidak boleh diabaikan, apalagi bila muncul bersamaan dengan sesak napas, nyeri yang menyebar ke lengan, atau gejala lain yang tidak biasa.

Berikut ini sepuluh kemungkinan penyebab rasa terbakar di dada. Daftar ini tidak bersifat eksklusif; ada kemungkinan beberapa kondisi dapat terjadi bersamaan. Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan tenaga medis.

  • Anxiety – Kecemasan dapat memicu nyeri dada yang berbeda pada tiap orang. Beberapa mengalami nyeri bertahap, sementara yang lain merasakannya tiba‑tiba. Gejala dapat berupa nyeri tajam, rasa terbakar, mati rasa, tumpul, terus menerus, atau sesak di dada.
  • GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) – Saat asam lambung naik ke kerongkongan, sensasi terbakar di dada menjadi gejala utama. Pasien biasanya mengalami heartburn satu kali atau lebih per minggu. Gejala lain termasuk kesulitan menelan, rasa benjolan di tenggorokan, cairan asam naik, nyeri di perut atas, bersendawa, sesak napas, sakit punggung setelah makan, dan sakit tenggorokan terus‑terusan.
  • Hernia Hiatus – Ketika bagian perut menekan ke rongga dada lewat lubang diafragma, gejalanya mirip GERD. Rasa terbakar, kembung, bersendawa, asam di belakang tenggorokan, dan nyeri di perut atau kerongkongan sering muncul.
  • Esofagitis – Refluks asam lambung yang berulang dapat merusak kerongkongan. Selain rasa terbakar, pasien merasa sakit menelan, sulit menelan, dan sensasi makanan tersangkut.
  • Asma – Penyempitan saluran udara di paru‑paru dapat menimbulkan sesak dan sulit bernapas. Selain batuk, mengi, dan sesak napas, asma dapat memicu heartburn, yang pada gilirannya memperburuk gejala asma.
  • Tukak Lambung – Luka pada lambung akibat asam yang mengikis lapisan dapat menimbulkan rasa terbakar di perut atas atau tengah dada. Gejala lain termasuk kembung, rasa kenyang meski makan sedikit, bersendawa terus‑terusan, dan mual.
  • Pneumonia – Infeksi pada paru‑paru dapat menyebabkan nyeri dada saat menarik napas dalam atau batuk. Demam, panas dingin, sesak napas, kelelahan, mual, dan muntah juga sering muncul.
  • Angina – Ketika otot jantung tidak menerima cukup darah kaya oksigen, nyeri angina muncul. Gejala dapat berupa tekanan, remasan, sesak, atau rasa terbakar di dada, yang kadang menyebar ke bahu, lengan, leher, rahang, atau punggung.
  • Emboli Paru – Penyumbatan pembuluh darah di paru‑paru, biasanya akibat gumpalan darah dari kaki, dapat menimbulkan nyeri tajam di dada. Nyeri ini memburuk saat menarik napas, batuk, makan, atau membungkuk. Gejala lain termasuk sesak napas saat aktivitas, batuk berdarah, detak jantung cepat atau tidak teratur, pusing, serta pembengkakan dan rasa hangat di kaki.
  • Serangan Jantung – Saat pembuluh darah jantung tersumbat, rasa sakit di dada bisa berupa tekanan, remasan, rasa terbakar, atau nyeri di bagian tengah atau sisi tubuh. Nyeri bisa hilang dan muncul kembali, serta menyebar ke lengan, punggung, leher, rahang, atau perut. Selain itu, sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, dan detak jantung tidak teratur juga sering terlihat.

Menurut spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Vito Damay, SpJP (K), FIHA, FICA, “Serangan jantung tidak selalu terasa sebagai nyeri dada, tapi mirip seperti ‘GERD’ atau nyeri ulu hati. Hal ini membuat serangan jantung sering terlewat pada situasi seperti ini,” katanya.

Berikut tanda-tanda yang menandakan Anda harus segera mencari pertolongan medis:

  • Rasa tertekan, nyeri, atau tekanan di bagian tengah atau sisi kiri dada.
  • Nyeri yang menjalar ke rahang, leher, bahu, lengan, atau punggung.
  • Sesak napas bahkan saat melakukan aktivitas ringan.
  • Mual, muntah, atau pusing.
  • Kelelahan ekstrem tanpa sebab jelas.
  • Bergerak kedinginan atau berkeringat dingin.
  • Detak jantung lambat atau cepat secara tidak normal.

Gejala-gejala ini dapat terjadi pada kondisi lain, namun bila muncul bersamaan, risiko serangan jantung atau irama jantung abnormal menjadi tinggi. Jangan menunda‑tunda, segera kunjungi rumah sakit atau panggil layanan darurat.

Rasa terbakar di dada memang sering dianggap ringan, namun bisa menjadi tanda masalah serius. Memahami penyebab potensial dan mengenali gejala yang memerlukan perhatian medis dapat membantu Anda mengambil tindakan tepat waktu. Jika Anda merasakan gejala di atas, jangan ragu untuk bertindak cepat dan mendapatkan penanganan medis yang sesuai.

Rasa terbakar di dadaGERDSerangan jantungSesak napasAnginaAsmaTukak lambung

Komentar

Memuat komentar...