Razia Kuat di GBLA: Ribuan Petugas Tangkap Ratusan Flare
Gambar atau konten salah?
Pada Sabtu 23 Mei 2026 sore, petugas gabungan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menemukan ratusan flare di area dalam stadion saat melakukan sterilisasi sebelum pertandingan Persib Bandung melawan Persijap Jepara.
Kombes Pol Aries El Fathar mengungkapkan bahwa ribuan petugas keamanan sudah disiagakan, mulai dari area luar hingga ring dalam GBLA. Ia menegaskan bahwa razia akan dilaksanakan secara menyeluruh untuk menyingkirkan barang-barang terlarang.
“Demi kelancaran dan keamanan pertandingan ini, maka kami akan melakukan razia mulai dari luar sampai dalam, terhadap barang-barang yang dilarang seperti flare,” katanya.
Aries menambahkan tindakan tegas akan diterapkan terhadap para penonton yang melanggar aturan, khususnya kelompok Bobotoh. Ia menegaskan bahwa penonton mabuk atau yang membawa barang terlarang akan dihapus hak menontonnya.
“Terus jika ditemukan penonton mabuk akan dikeluarkan, penonton tidak tertib, bawa barang terlarang akan dicabut hak nontonya, ini jadi kesepakatan bersama,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa meski memiliki tiket, penonton tidak dapat masuk jika membawa barang terlarang demi kenyamanan penonton lainnya.
“Walau punya tiket, tidak bisa masuk. Ini demi kenyamanan penonton lainnya,” tambahnya.
Jika Persib berhasil mengalahkan Persijap, pengamanan konvoi dan perayaan akan melibatkan 5.000 personel.
“Dalam pengamanan ini, kita tak hanya mengamankan GBLA, jika Persib hari ini menang, maka akan ada perayaan Persib juara, pengamanan kita libatkan 5.000 personel,” tuturnya.
Aries juga menegaskan bahwa stadion memiliki empat ring, yang sudah diperiksa dengan ketat, dan tidak ada penonton yang memaksakan diri masuk tanpa tiket.
“Di stadion ada empat ring, kita sudah lakukan pemeriksaan, kami tegaskan tidak ada penonton memaksakan diri masuk tanpa tiket,” sambungnya.
Ia mengajak warga luar Bandung untuk memanfaatkan lokasi nobar di daerahnya, baik di wilayah Kota Bandung maupun di Jawa Barat lainnya.
“Saya berharap kita semua jaga letertiban ini. Gunakan tempat nobar di daerah, baik wlayah Kota Bandung atau di Jawa Barat lainya, silahkan berefouria,” pungkasnya.
Keamanan yang ketat dan penegakan aturan di GBLA menunjukkan upaya menjaga suasana pertandingan tetap aman dan tertib, sekaligus memberi ruang bagi penonton menikmati pertandingan tanpa gangguan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu