Real Madrid Tersingkir Dramatis, Arbeloa Terlihat Kekecewaan

Ani R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 65 dibaca
Bisik.id
Real Madrid Tersingkir Dramatis, Arbeloa Terlihat Kekecewaan

Gambar atau konten salah?

Alvaro Arbeloa mengekspresikan kekecewaannya setelah melihat Real Madrid tersingkir secara dramatis. Ia menyatakan bahwa klubnya sempat punya peluang mengalahkan Bayern Munich.

Pada 16 April 2026, di Allianz Arena, Real Madrid memulai leg kedua perempatfinal Liga Champions dengan semangat menyerang sejak menit pertama. Mereka membutuhkan kemenangan untuk menutup defisit satu gol yang tersisakan dari babak pertama.

Babak pertama di Madrid berakhir dengan skor 3-2. Gol-gol tersebut datang dari Arda Guler dan Kylian Mbappe, memberi Real keunggulan sementara.

Di leg kedua, Real terus menekan. Meskipun pertandingan berakhir tanpa gol pada waktu reguler, Real berhasil memaksakan laga ke extra time. Pada menit ke-89, Luis Diaz menyamakan skor, menempatkan kedua tim pada 3-3.

Namun, Michael Olise dari Bayern mencetak gol yang menjadi penentu akhir. Real Madrid kalah 3-4 di laga tersebut, dan agregat menjadi 4-6. Akibatnya, klub Spanyol tersingkir dari kompetisi.

Keputusan ini menandai akhir dua musim berturut-turut setelah menjadi juara pada 2024. Real Madrid gagal melaju ke semifinal, sehingga peluang mereka meraih trofi ke-16 di Liga Champions pun hilang. Ini juga menjadi satu-satunya kesempatan bagi klub tersebut untuk tidak menjadi nirgelar musim ini, mengingat mereka tertinggal sembilan poin dari Barcelona di LaLiga.

Arbeloa mengungkapkan perasaannya: “Saya merasa kasihan dengan mereka. Melihat usaha mereka. Ini menyakitkan karena Real Madrid tidak akan memenangi titel ke-16 mereka musim ini. Saya sangat bangga. Kami kembali ke Madrid setelah berjuang maksimal,” ujar Arbeloa, seperti dilansir situs resmi UEFA.

Ia menambahkan, “Kami punya beberapa kesempatan bikin gol. Sebelum gol mereka, kami akan membuat dua pergantian pemain, tapi gol itu mengakhiri semuanya. Harusnya tidak seperti itu.”

Keputusan ini menegaskan betapa ketatnya kompetisi Liga Champions. Kemenangan Bayern menutup babak demi babak bagi Real, menandai akhir musim yang penuh harapan namun berakhir dengan kekecewaan.

Real MadridBayern MunichLiga ChampionsArbeloaAllianz ArenaKekecewaan

Komentar

Memuat komentar...