Regulasi Pemain Muda Super League Dihapus, Diganti Insentif

Kartika D. · 2 min baca · 3 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Regulasi Pemain Muda Super League Dihapus, Diganti Insentif

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Mulai musim depan, aturan yang mewajibkan klub memainkan pemain U-23 di Super League 2026/2027 resmi dihapus. Tapi jangan salah sangka — ini bukan berarti pemain muda bakal ditinggalkan begitu saja.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menjelaskan bahwa operator kompetisi justru menyiapkan pendekatan baru. Alih-alih memaksa, mereka kini memberikan insentif finansial kepada klub yang rajin memainkan pemain muda. “Mungkin perbedaannya adalah di regulasi U-23. Tahun sebelumnya, dua tahun terakhir ada regulasi mewajibkan U-23 bermain 45 menit. Tetapi kami konversikan, sebetulnya tidak serta-merta dihapuskan,” kata Asep kepada wartawan.

Selama dua musim terakhir, setiap klub harus menurunkan setidaknya satu pemain U-23 sebagai starter. Pemain itu juga wajib mendapat kesempatan bermain minimal 45 menit per pertandingan. Aturan itu sudah tidak berlaku lagi mulai musim depan.

Tapi ada satu hal yang tetap: setiap klub masih diwajibkan mendaftarkan minimal lima pemain U-23 dalam skuad mereka. Jadi secara administratif, pemain muda tetap ada di daftar pemain. Bedanya, sekarang tidak ada jaminan mereka akan benar-benar turun ke lapangan.

“Pendaftarannya untuk minimal pemain U-23 itu ada lima pemain. Nanti juga akan ada mekanisme insentif kepada klub yang memainkan pemain muda dalam kurun waktu tertentu,” ujar Asep.

I.League sedang menyusun formula khusus untuk mengukur seberapa besar kontribusi klub dalam memberikan menit bermain kepada pemain muda. Klub yang mencapai ambang batas tertentu — misalnya akumulasi 3.000 menit bermain sepanjang musim — berhak mendapatkan tambahan dana dari operator kompetisi.

“Jadi kami sudah ada formulanya. Setelah melewati minimal memainkan, katakanlah 3.000 menit, maka akan ada insentif dalam bentuk kontribusi finansial kepada klub-klub yang memang memberikan kepercayaan kepada para pemain muda tersebut,” tutur Asep.

Kebijakan ini muncul di tengah perubahan lain di Super League musim depan. Klub sekarang diperbolehkan memainkan lebih banyak pemain asing dibanding musim-musim sebelumnya. Artinya, persaingan untuk masuk ke starting eleven semakin ketat — terutama bagi pemain lokal yang masih muda.

Dengan dihapusnya aturan wajib U-23, muncul kekhawatiran. Banyak yang takut kesempatan bermain pemain muda bakal menyusut. Tapi I.League memilih jalur insentif. Mereka ingin klub tetap punya dorongan untuk memberi ruang kepada talenta muda, tanpa harus dipasung regulasi yang kaku.

Kebijakan ini bukan cuma soal regenerasi klub. Lebih dari itu, ini juga soal menjaga pasokan pemain untuk Timnas Indonesia kelompok umur. Tim nasional butuh pemain dengan jam terbang kompetitif. Dan jam terbang itu hanya bisa didapat kalau klub-klub benar-benar memainkan mereka.

penghapusanregulasiU-23insentiffinansialpemainmudamenitbermain

Komentar

Memuat komentar...