Renovasi Stadion Sangkuriang Cimahi Tertunda, Fokus Banjir
Gambar atau konten salah?
Stadion Sangkuriang di Cimahi, yang telah menjadi ikon sejarah sepakbola kota, sedang mengalami proses pemugaran yang terhenti di tengah jalan. Renovasi dimulai pada tahun 2022, fokus pada lapangan utama saja. Hasilnya, rumput hijau yang menutupi lapangan kini terbuat dari Japonica dan anggaran yang dialokasikan mencapai Rp5,55 miliar.
Meski lapangan sudah selesai, proyek masih belum selesai. Sekeliling stadion masih tertutup, menandakan pembangunan tidak selesai. Tribun utama stadion belum dipugar sama sekali, menambah ketidaklengkapan renovasi.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan bahwa janji pemugaran tetap akan ditepati. Namun ia menambahkan bahwa revitalisasi akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
“Sesuai dengan apa yang kami sampaikan selama Pilkada, lima tahun kedepan kita akan tancap gas untuk Stadion Sangkuriang. Namun disesuaikan dengan kemampuan fiskal kita,” kata Adhitia saat ditemui pada 13 April 2026.
Ia juga menjelaskan rencana prioritas pembangunan untuk tahun 2026‑2027. Fokus utama akan ditaruh pada penanganan banjir dan sampah. Selain itu, pembangunan Underpass Gatot Subroto akan dilaksanakan, meskipun pembiayaannya akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Tahun depan, kita fokus dulu untuk pengentasan banjir kemudian sampah, jadi fokus dulu kesana. Masih ada sisa sampai tahun 2030, mudah‑mudahan Stadion Sangkuriang bisa tuntas kita revitalisasi,” ujarnya.
Jika mengikuti rencana, setelah lapangan selesai dipugar, revitalisasi akan dilanjutkan dengan penataan lintasan keliling lapangan dan penutupan saluran keliling. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp2,4 miliar.
Menurut Detail Engineering Design (DED), keseluruhan proyek revitalisasi Stadion Sangkuriang membutuhkan anggaran hingga Rp 273 miliar. Besarnya dana tersebut sangat besar sehingga sulit dipenuhi oleh APBD Kota Cimahi.
Secara keseluruhan, meski langkah awal telah dilakukan, penyelesaian stadion masih menunggu penyesuaian anggaran dan prioritas pembangunan daerah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
