Revitalisasi Bandara Husein Sastranegara Ditargetkan Beroperasi 2026
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kota Bandung terus mematangkan persiapan revitalisasi Bandara Husein Sastranegara. Bandara yang terletak di pusat Kota Bandung ini ditargetkan bisa beroperasi kembali pada 17 September 2026.
Menjelang pembukaan kembali, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pihaknya kini fokus membenahi fasilitas di sekitar bandara. Perbaikan meliputi drainase, penerangan jalan umum (PJU), pemangkasan pohon, marka jalan, hingga urusan parkir kendaraan.
"Kami memang masih menunggu, tetapi sambil menunggu maka Pemerintah Kota Bandung sesuai dengan arahan itu memperbaiki semua infrastruktur di sekelilingnya. Jalan, drainase, pemangkasan pohon, dan PJU serta marka jalan," kata Farhan pada Minggu, 5 Juli 2026.
Namun, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Salah satu yang paling krusial adalah soal parkir dan tata kelola taksi. Farhan menegaskan, angkutan umum massal seperti angkot dan bus tidak diizinkan masuk ke area bandara untuk menjemput atau mengantar penumpang.
"Mengenai yang masih jadi PR yang belum selesai sekarang adalah mengenai parkir dan tata kelola parkir serta taksi. Karena sudah dipastikan tidak boleh ada kendaraan umum massal seperti angkot masuk ke sana, bus nggak boleh masuk ke sana," ungkapnya.
Sebagai gantinya, pemerintah kota berencana menyediakan layanan shuttle. Namun, rencana itu masih belum final. "Kalaupun ada, kita hanya menyediakan shuttle, itu pun belum final. Itu dua hal yang belum final. Kalau dari sisi luar mah kita sudah siap," tambah Farhan.
Farhan juga membocorkan delapan rute penerbangan yang akan beroperasi dari Bandara Husein Sastranegara. Rute-rute tersebut mencakup destinasi dalam negeri yang cukup strategis.
"Nih ya saya kasih bocoran nih yang saya tahu nih. Denpasar, Balikpapan, Medan, Pontianak, Ujung Pandang, Batam, Padang, Pekanbaru. Delapan destinasi sudah pasti," pungkasnya.
Dari informasi yang disampaikan, terlihat bahwa persiapan revitalisasi bandara masih berjalan di dua jalur. Di satu sisi, infrastruktur fisik di luar bandara sudah siap. Di sisi lain, pengaturan transportasi di dalam bandara, terutama parkir dan akses kendaraan umum, masih perlu waktu untuk difinalisasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
