Risiko Metabolik Tersembunyi: LMWC Mayapada Hadir di Jakarta

Mira T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 75 dibaca
Bisik.id
Risiko Metabolik Tersembunyi: LMWC Mayapada Hadir di Jakarta

Gambar atau konten salah?

Seringkali, orang merasa berat badan masih dalam batas aman, namun celana mulai terasa sempit di pinggang. Begitu pula, angka timbangan tidak naik drastis, namun lingkar perut perlahan makin sulit dikendalikan. Kondisi ini dianggap biasa sampai masuk kategori obesitas, padahal risiko metabolik bisa muncul bahkan saat berat badan tampak normal.

Menurut dr. Shiela Stefani, M.Gizi, SpGK, AIFO-K, FINEM dari Mayapada Hospital Bandung, “Banyak orang mengira risiko metabolik hanya terjadi pada orang dengan berat badan berlebih, padahal penumpukan lemak di area perut juga perlu diwaspadai meski berat badan terlihat normal,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Selasa, 19 Mei 2026.

Leaking di area perut tidak hanya menambah berat. “Lemak di area ini berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan metabolik seperti gula darah tinggi, kolesterol, hipertensi, hingga fatty liver. Karena itu, evaluasi kesehatan sebaiknya tidak hanya melihat angka timbangan, tetapi juga memperhatikan lingkar perut dan sebaran lemak tubuh secara menyeluruh,” sambungnya.

Gangguan metabolik dan fatty liver sering berkembang perlahan tanpa gejala. Banyak orang baru menyadarinya ketika hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan perubahan pada kondisi tubuh. Dalam situasi seperti ini, perubahan sederhana—lingkar pinggang yang perlahan membesar dan celana yang terasa ketat—menjadi sinyal awal risiko kesehatan.

“Karena itu, pengukuran lingkar perut dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu mendeteksi risiko metabolik sejak dini. Namun, perhatian tidak sebaiknya berhenti pada angka tersebut saja. Lingkar perut juga perlu dilihat bersama faktor lain seperti gula darah, kadar kolesterol, tekanan darah, pola makan, aktivitas fisik, hingga komposisi tubuh secara keseluruhan,” jelasnya.

Mayapada Hospital Bandung menanggapi kebutuhan tersebut dengan membuka Liver & Metabolic Wellness Center (LMWC). LMWC menawarkan perawatan komprehensif untuk kesehatan hati, gangguan metabolik, dan pengelolaan berat badan. Fokusnya adalah deteksi dini risiko seperti obesitas, diabetes, dislipidemia, dan sindrom metabolik.

Tim dokter multidisiplin di LMWC dilengkapi fasilitas modern, termasuk elastography FibroScan® untuk memeriksa kesehatan hati secara non‑invasif. Selain itu, Total Body Matrix Assessment (TBMA) digunakan untuk evaluasi komposisi tubuh dan indikator metabolik secara menyeluruh.

Pelayanan ini merupakan bagian dari Gastrohepatology Center, yang menyediakan penanganan berbagai gangguan saluran pencernaan. Layanan tersedia di unit Mayapada Hospital di Jakarta Selatan (Lebak Bulus dan Kuningan Rasuna Said), Tangerang, Bogor, Surabaya, dan Bandung. Rencana ekspansi ke Jakarta Timur akan segera dilaksanakan.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Call Center 150770, mengirim pesan WhatsApp ke 0817‑17‑150770, atau menggunakan aplikasi MyCare. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat mengakses artikel kesehatan, tips, serta fitur Personal Health yang memantau detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).

Dengan menekankan pentingnya pengukuran lingkar perut dan evaluasi komprehensif, Mayapada Hospital Bandung membantu masyarakat memahami risiko metabolik dan kesehatan hati secara lebih jelas. Langkah sederhana ini dapat menjadi kunci untuk mencegah komplikasi serius di masa depan.

risiko metaboliklingkar perutfatty liverelastography FibroScanTotal Body Matrix Assessmentobesitasdiabetes

Komentar

Memuat komentar...