Risiko Saraf Kejepit: WFC Tak Selalu Aman, Cek Posisi
Gambar atau konten salah?
Tren Work From Cafe (WFC) kini menjadi pilihan bagi banyak orang yang ingin bekerja sambil menikmati kopi, musik, dan suasana berbeda. Kebebasan ini memang menarik, namun di balik kenyamanan tersebut, ada risiko kesehatan yang sering terabaikan.
Para profesional seringkali duduk berjam-jam di bangku kafe yang dirancang lebih menonjolkan estetika daripada ergonomi. Postur tubuh yang buruk dapat memicu ketegangan otot kronis dan meningkatkan risiko saraf kejepit atau Herniated Nucleus Pulposus (HNP). Dr. Victorio, SpBS, spesialis bedah saraf di Lamina Hospital, menegaskan: “Kursi dan meja di kafe umumnya didesain memprioritaskan estetika dan kenyamanan, bukan untuk bekerja di depan laptop dalam waktu lama.”
Menurut Dr. Rio, dokter bedah saraf di Lamina Hospitals, Jakarta Selatan, kursi ergonomis adalah pilihan terbaik karena mengikuti lekuk alami tubuh. Namun, bila kafe tidak menyediakan kursi seperti itu, ia menawarkan dua trik praktis. Ia berkata, “Mungkin satu, kalau memang memungkinkan cari kursi yang tidak terlalu empuk. Artinya dasarnya harus cukup keras, sehingga tubuh kita tidak terlalu terbebani,” dan “Kedua, yang bisa kita lakukan per satu sampai dua jam, kita harus berdiri kemudian melakukan relaksasi untuk otot dan sendi, sehingga sarafnya tidak kaget,”. Ia mengingatkan bahwa pergerakan singkat dapat mencegah saraf menjadi terjepit.
Dr. Rio juga menjelaskan bahwa tidak semua nyeri pinggang merupakan saraf kejepit. Ia menambahkan: “Tidak semuanya sakit pinggang itu sudah pasti saraf kejepit, ada kondisi yang dinamakan axial pain yakni nyeri yang terasa terbatas atau berpusat pada satu area tulang belakang (seperti leher atau punggung bawah) dan tidak menjalar ke anggota tubuh lain seperti lengan atau kaki.” “Itu biasanya yang sifatnya ringan,” ujarnya. Namun, bila nyeri menjalar ke paha, lutut, atau telapak kaki, ia menyebutnya radicular pain dan menegaskan: “Namun, jika rasa nyeri ini sudah menjalar ke bagian tubuh lain misalnya paha, lutut, hingga telapak kaki atau yang disebut radicular pain, maka ini bisa menjadi tanda dari saraf kejepit.”
Untuk pekerja yang mengalami nyeri pinggang yang menjalar ke kaki, Dr. Rio menekankan pentingnya mengenali red flag. Ia menyimpulkan, “Kalau yang sudah dirasakan oleh pekerja itu nyeri pinggang, yang menjalar sampai ke kaki atau kita bilang radicular pain itu kita sudah bilang sesuatu red flag,”. Red flag menandakan kondisi yang memerlukan evaluasi medis segera.
WFC memang menawarkan fleksibilitas, namun bagi generasi Gen Z yang sering menghabiskan waktu lama di kafe, kesadaran akan posisi tubuh dan penggunaan alat bantu ergonomis menjadi kunci. Dengan memilih kursi yang cukup keras, berdiri sesekali, dan memperhatikan sinyal nyeri, risiko saraf kejepit dapat diminimalkan. Mengetahui perbedaan antara nyeri axial dan radicular juga membantu memutuskan kapan harus mencari bantuan profesional. Dengan langkah sederhana ini, kebebasan bekerja di kafe dapat tetap aman bagi kesehatan tubuh.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Warna Pisang: Panduan Maturity & Nutrisi Sehat Indonesia
Padel: Risiko Saraf Kejepit, Waspada Saat Bermain di Lapangan
Nyeri Pinggang Pasca Aktivitas: Bukan Selalu Saraf Kejepit
Tantangan Teka‑Teki Matematika di Jakarta untuk Pecinta Logika
WFC Populer, Gaya Udang Berisiko Cedera Tulang Belakang
Makan Penuh Kesadaran: Baca Label Gizi, Hindari Gula Berlebih
Berita Terbaru
Emas Antam Palembang Harga Rp 2.738.000 Gram Turun 61.000
Guru Tunanetra Tampilkan Braille di Festival Literasi Klungkung
Jus Kulkas Tetap Sehat: Vitamin Tetap Stabil 7 Hari
Gudeg Mercon: 7 Warung Favorit di Jogja Malam Hari
Pameran 'Aku Arek Suroboyo' Surabaya Kenang Jejak Bung Karno
Keluarga Bimbang: Aktivitas Fisik Anak Pasca Infeksi Jantung
Doa Selamat Kepulangan Jemaah Haji: Harapan Mabrur dan Pengampunan
Indonesia vs Vietnam: Ujian Akhir Grup A Piala AFF U-19 2026
